BSI Sediakan Uang Tunai Rp 45 Triliun Jelang Idul Fitri 2026

BSI Sediakan Uang Tunai Rp 45 Triliun Jelang Idul Fitri 2026
Foto: Ilustrasi BSI Sediakan Uang Tunai Rp 45 Triliun Jelang Idul Fitri 2026.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk atau BSI (BRIS) menyiapkan uang tunai sebesar Rp 45 triliun untuk memenuhi kebutuhan dana masyarakat menyambut Idul Fitri 2026. Seperti diberitakan oleh Investortrust, bank syariah terbesar di Indonesia ini juga terus memastikan kesiapan seluruh layanan perbankannya.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo mengungkapkan, pihaknya mengoptimalkan seluruh jaringan layanan yang dimiliki. Optimalisasi ini mencakup kanal digital hingga jaringan fisik yang tersebar di seluruh Indonesia maupun luar negeri.

ÔÇ£Kami mengoptimalkan layanan digital melalui superapps BYOND, BSI Call 14040, lebih dari 6.000 unit ATM dan CRM, sekitar 126.000 BSI Agen, serta jaringan pembayaran melalui BSI QRIS dan EDC yang dapat diakses secara realtime,ÔÇØ ujarnya.

Menurut Anggoro, alokasi dana puluhan triliun tersebut sengaja disiapkan demi kelancaran transaksi dari masa Ramadan hingga libur panjang Lebaran. Seluruh dana tunai tersebut nantinya akan didistribusikan melalui mesin ATM serta kas di kantor cabang operasional.

Selain kesiapan dana, BSI juga bakal mengoperasikan 162 kantor cabang secara terbatas pada periode 14 hingga 24 Maret 2026. Langkah ini diambil untuk memfasilitasi wilayah-wilayah yang diprediksi memiliki perputaran transaksi langsung yang cukup tinggi.

ÔÇ£Outlet tersebut dapat melayani sejumlah transaksi seperti pembukaan rekening, pemblokiran kartu ATM, setoran dan penarikan tunai, hingga transfer antar rekening BSI,ÔÇØ kata Anggoro.

Pihak manajemen berkomitmen penuh untuk tetap menghadirkan layanan prima bagi seluruh nasabah sepanjang momentum hari raya. Di sisi lain, masyarakat juga diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi tindak kejahatan perbankan.

ÔÇ£Di tengah tren peningkatan transaksi, kami juga mengimbau masyarakat agar selalu waspada terhadap berbagai modus penipuan yang mengatasnamakan bank dan memastikan kebenaran informasi melalui kanal resmi BSI,ÔÇØ ucap Anggoro.

Artikel terkait

Rekomendasi