BSI Angkat Cholil Nafis Jadi Komisaris dan Tebar Dividen Rp1,51 Triliun

BSI Angkat Cholil Nafis Jadi Komisaris dan Tebar Dividen Rp1,51 Triliun
Foto: Ilustrasi BSI Angkat Cholil Nafis Jadi Komisaris dan Tebar Dividen Rp1,51 Triliun.

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. atau BRIS resmi menyetujui perubahan susunan dewan komisaris melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025. Dilansir dari Finansial, emiten perbankan syariah ini menunjuk dua nama baru untuk memperkuat jajaran pengawas perusahaan.

KH Muhammad Cholil Nafis diangkat sebagai Komisaris Independen dalam rapat tersebut. Saat ini, beliau juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI). Selain itu, pemegang saham menetapkan Sigit Pramono, yang menjabat Rektor Institut Agama Islam SEBI, sebagai Komisaris BSI.

Meskipun telah ditetapkan dalam RUPST, kedua tokoh tersebut belum secara efektif menjabat. Langkah selanjutnya adalah menunggu hasil uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Keputusan strategis lainnya dalam rapat tersebut adalah penetapan pembagian dividen tunai sebesar 20% dari total laba bersih tahun buku 2025. Nilai total dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai sekitar Rp1,51 triliun.

Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan sebesar 44% dibandingkan tahun sebelumnya. Dividen per saham yang akan diterima oleh investor ditetapkan sebesar Rp32,81, naik dari angka Rp22,78 pada periode tahun lalu.

Dari total laba bersih sebesar Rp7,57 triliun yang diraih sepanjang 2025, mayoritas dana akan digunakan untuk memperkuat modal. Sebesar 80% atau sekitar Rp6,05 triliun secara resmi dialokasikan oleh perseroan sebagai saldo laba ditahan.

Pertumbuhan Nasabah dan Strategi Ekspansi

Keberhasilan BSI membukukan kinerja positif ditopang oleh ekspansi pembiayaan yang sehat dan peningkatan dana murah. Selain itu, akselerasi pada sektor digital menjadi pendorong utama efisiensi serta perluasan jangkauan layanan kepada masyarakat.

Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, menjelaskan bahwa fundamental yang kokoh telah meningkatkan level kepercayaan publik. Hal ini dibuktikan dengan penambahan lebih dari 2 juta nasabah baru sepanjang tahun 2025, sehingga total nasabah kini menyentuh angka 23 juta.

Kebijakan dividen tahun ini disebut telah mempertimbangkan keseimbangan antara imbal hasil bagi investor dan kebutuhan ekspansi. Anggoro Eko Cahyo menekankan pentingnya menjaga kekuatan permodalan untuk mendukung langkah bisnis ke depan.

"Kami adalah bank syariah yang terus tumbuh terlebih setelah memiliki dual licence sebagai bank syariah dan juga bullion bank," kata Anggoro Eko Cahyo.

Pemegang saham yang berhak menerima dividen ini adalah mereka yang namanya tercantum dalam daftar pemegang saham (DPS). Terkait rincian jadwal serta tata cara teknis pembagian dividen, manajemen akan memberikan pengumuman lebih lanjut dalam waktu dekat.

Artikel terkait

Rekomendasi