PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyalurkan kredit sebesar Rp 1.562 triliun pada kuartal I 2026 dengan dominasi segmen UMKM mencapai 77,5 persen dari total portofolio. Realisasi pertumbuhan pembiayaan secara tahunan ini tercatat meningkat 13,7 persen pada periode yang berakhir Senin (4/5/2026) tersebut.
Data yang dilansir dari Money menunjukkan penyaluran ke segmen UMKM menyentuh angka Rp 1.211 triliun. Meskipun mendominasi, nilai ini mengalami penurunan sebesar 11,85 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang sempat menyentuh angka Rp 1.373,66 triliun.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menjelaskan bahwa capaian ini membuktikan kekuatan fungsi intermediasi perseroan di tengah fokus penguatan bisnis inti pada sektor kerakyatan.
"Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI," ujarnya Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.
Perseroan juga mengukuhkan posisi sebagai penyalur terbesar Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan realisasi mencapai Rp 47,09 triliun hingga Maret 2026. Dana tersebut dialokasikan kepada sekitar 947.000 debitur, di mana sektor pertanian menyerap porsi terbesar yakni 42,16 persen atau senilai Rp 19,86 triliun.
"Penyaluran tersebut tidak hanya mencerminkan skala dan jangkauan layanan BRI yang luas, tetapi juga menjadi katalis dalam mendorong pertumbuhan usaha produktif, meningkatkan kapasitas UMKM, serta menciptakan lapangan kerja di berbagai daerah," ucap Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.
Selain pembiayaan, pemberdayaan komunitas diperluas melalui program Desa BRILian yang kini menjangkau 5.245 desa dan pengembangan 43.000 klaster usaha melalui KlasterkuHidupku. Digitalisasi pelaku usaha juga didorong lewat platform LinkUMKM yang telah menghimpun 15,5 juta pengguna.
Strategi fokus pada skala mikro diklaim memberikan keunggulan dalam diversifikasi risiko kredit karena sebaran debitur yang sangat luas dengan plafon pinjaman kecil.
"Segmen UMKM tetap menjadi pilar utama dalam portofolio pembiayaan BRI," ujar Hery Gunardi, Direktur Utama BRI.
Kinerja keuangan perseroan pada periode ini membukukan laba bersih sebesar Rp 15,5 triliun atau tumbuh 13,7 persen secara tahunan. Total aset BRI juga mengalami kenaikan 7,2 persen menjadi Rp 2.250 triliun, dibarengi dengan kenaikan return on equity (ROE) menjadi 18,4 persen.