PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. bekerja sama dengan Rumah Zakat meluncurkan fitur kurban digital melalui aplikasi BRImo untuk menyambut perayaan Iduladha 2026. Layanan ini tersedia mulai 27 April hingga 27 Mei 2026 guna memudahkan nasabah melaksanakan ibadah secara praktis sekaligus mengatasi ketimpangan distribusi daging di berbagai wilayah Indonesia.
Dilansir dari Finansial, inovasi ini memanfaatkan jaringan luas BRI dan keahlian distribusi Rumah Zakat untuk menjangkau daerah pelosok yang minim akses daging kurban. SEVP Retail Transaction & Funding BRI Tri Laksito Singgih menjelaskan bahwa kolaborasi ini bertujuan memastikan manfaat kurban tersebar lebih merata di seluruh tanah air.
"BRI memiliki jaringan yang luas dan basis pengguna yang besar. Sementara Rumah Zakat punya pengalaman serta jaringan distribusi yang kuat. Kolaborasi ini kami yakini dapat mempermudah masyarakat untuk berkurban sekaligus memastikan manfaatnya lebih merata," ujar Tri Laksito Singgih, SEVP Retail Transaction & Funding BRI.
Nasabah dapat mengakses program ini melalui banner promo pada fitur Lifestyle di aplikasi BRImo tanpa perlu mendatangi lokasi penjualan hewan. Selain kemudahan transaksi, BRI menyediakan promo cashback sebesar Rp150.000 dan potongan harga langsung bagi masing-masing 666 nasabah tercepat setiap hari selama periode program.
"Dengan adanya cashback, masyarakat tidak hanya berkurban, tapi juga bisa membantu biaya operasional panitia. Jadi manfaatnya bisa lebih luas," tambah Tri Laksito Singgih.
Program ini menyasar daerah rawan pangan, lokasi terdampak bencana, hingga wilayah minim pekurban agar distribusi tepat sasaran. Tri Laksito Singgih menekankan bahwa transformasi digital tetap menjaga esensi ibadah dengan memberikan kenyamanan dan privasi bagi para pekurban sesuai syariat.
"Digitalisasi ini bukan hanya soal kemudahan, tapi bagaimana esensi ibadah tetap terjaga. Melalui BRImo, masyarakat bisa berkurban dengan praktis, kapan saja dan di mana saja," sebut Tri Laksito Singgih.
Keamanan transaksi menjadi prioritas utama BRI sebagai institusi keuangan untuk melindungi dana dan data pribadi nasabah yang berpartisipasi dalam program ini. CEO Rumah Zakat Irvan Nugraha menilai kolaborasi ini sebagai solusi nyata dalam menanggulangi kesenjangan distribusi pangan yang sering terjadi saat Iduladha.
"Selama ini ada gap, ada daerah yang berlebih dan ada yang sangat minim. Dengan platform digital seperti BRImo, distribusi bisa lebih merata dan tepat sasaran," jelas Irvan Nugraha, CEO Rumah Zakat.
Rumah Zakat juga memastikan bahwa seluruh mekanisme transaksi dan ketersediaan hewan telah sesuai dengan pedoman Dewan Syariah Nasional. Pekurban nantinya akan menerima laporan transparan mulai dari proses penyembelihan hingga distribusi daging kepada penerima manfaat.
"Jadi masyarakat tidak perlu ragu. Dari sisi syariah aman, dari sisi proses juga transparan. Bahkan laporan akan diberikan kepada para pekurban," ujar Irvan Nugraha.
Fitur kurban digital ini dijadwalkan dapat diakses pengguna mulai 22 April melalui aplikasi BRImo. Masyarakat diberikan pilihan hewan kurban yang akan didistribusikan langsung atau diolah menjadi produk pangan yang memiliki daya simpan lebih lama.