PLT Direktur Utama PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI), Ira Irmalia Sjam, mengimbau generasi muda meningkatkan literasi keuangan untuk memitigasi risiko penipuan atau investasi bodong. Arahan tersebut disampaikan dalam kegiatan Investment Training di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (10/01).
Dilansir dari Investortrust, inisiatif edukasi ini merupakan bagian dari rangkaian acara Indonesia Capital Market Student Studies (ICMSS) ke-23. Forum tahunan ini diselenggarakan oleh Management Student Society Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (MSS FEB UI) dengan fokus pada penguatan pemahaman pasar modal.
Langkah BRI-MI ini selaras dengan target Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperluas wawasan publik mengenai manfaat dan risiko produk jasa keuangan. Dalam sesi pelatihan, tiga analis riset berpengalaman dari BRI-MI memaparkan tata cara investasi, analisis pasar, hingga instrumem reksadana.
ÔÇ£Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat khususnya calon investor muda semakin melek investasi sehingga terhindar dari bahaya seperti kasus penipuan atau investasi bodong yang saat ini semakin marak disekitar kitaÔÇØ ujar Ira Irmalia Sjam, PLT Direktur Utama BRI-MI.
Penajaman literasi menjadi krusial mengingat data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) per November 2023 menunjukkan dominasi investor muda. Tercatat 55,65 persen investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun yang mayoritas berlatar belakang pendidikan SMA dan Sarjana.
Ira menilai kelompok investor muda saat ini memiliki pola pikir yang lebih kritis dalam merencanakan masa depan keuangan mereka. Sebagai langkah awal, ia menyarankan instrumen dengan risiko rendah seperti Reksadana Pasar Uang yang memiliki aksesibilitas tinggi.
ÔÇ£Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat khususnya calon investor muda semakin melek investasi sehingga terhindar dari bahaya seperti kasus penipuan atau investasi bodong yang saat ini semakin marak disekitar kitaÔÇØ ujar Ira Irmalia Sjam, PLT Direktur Utama BRI-MI.
Produk seperti Seruni Pasar Uang II (SPU II) disebut menjadi salah satu opsi karena batas minimal pembelian yang sangat terjangkau mulai dari Rp10.000. Program ICMSS tahun ini mengusung tema dynamic venture guna membekali calon investor dalam menghadapi tantangan pasar di masa depan.