BRI Danareksa Sekuritas Naikkan Target Harga Saham ANTM Jadi Rp4.900

BRI Danareksa Sekuritas Naikkan Target Harga Saham ANTM Jadi Rp4.900
Foto: Ilustrasi BRI Danareksa Sekuritas Naikkan Target Harga Saham ANTM Jadi Rp4.900.

BRI Danareksa Sekuritas merevisi naik target harga saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dari Rp4.800 menjadi Rp4.900 per lembar saham. Kebijakan ini diambil setelah emiten pertambangan tersebut membukukan pertumbuhan laba bersih yang signifikan sepanjang kuartal I-2026, sebagaimana dilansir dari Investortrust.

Lonjakan laba bersih ANTM tercatat mencapai 60 persen menjadi Rp3,4 triliun secara tahunan. Pertumbuhan ini berjalan beriringan dengan peningkatan pendapatan perseroan sebesar 12 persen yang menyentuh angka Rp29,3 triliun. Capaian kuartal pertama tersebut melampaui ekspektasi dan sudah memenuhi 37,4 persen dari proyeksi laba sepanjang tahun 2026.

Revisi naik juga menyasar proyeksi kinerja keseluruhan ANTM pada tahun 2026. Target pendapatan baru diperkirakan menembus Rp118,7 triliun, EBITDA sebesar Rp13,5 triliun, serta estimasi laba bersih senilai Rp9,2 triliun. Angka-angka tersebut mencerminkan kenaikan masing-masing sebesar 3,5 persen, 2,0 persen, dan 2,9 persen dari proyeksi sebelumnya.

"Dengan kinerja kuartal I-2026 yang solid, rekomendasi saham ANTM dipertahankan beli dengan target harga dinaikkan menjadi Rp4.900. Penilaian ini didasarkan pada proyeksi price to earnings ratio (P/E) sebanyak 12,9 kali untuk 2026 atau sejalan dengan rata-rata historis lima tahun," tulis analis BRI Danareksa Sekuritas Naura Reyhan Muchlis dan Andhika Audrey.

Kenaikan harga komoditas global, terutama emas dan bijih nikel, menjadi faktor utama pendorong kinerja positif perseroan. Rata-rata harga jual emas melesat 73 persen secara tahunan menjadi US$5.180, sementara rata-rata harga jual bijih nikel naik 50 persen secara tahunan hingga mencapai US$67 per wmt.

Meskipun demikian, volume penjualan emas ANTM sebenarnya mengalami penurunan 38 persen secara tahunan menjadi 8,5 ton, walaupun angka tersebut menunjukkan pemulihan sebesar 161 persen jika dibandingkan dengan kuartal IV-2025. Penurunan volume juga terjadi pada bijih nikel sebesar 11 persen menjadi 3,4 juta ton dan feronikel yang merosot 42 persen menjadi 2,8 ribu ton. Di sisi lain, volume penjualan bauksit dan alumina tetap tumbuh positif masing-masing sebesar 9 persen dan 11 persen.

Artikel terkait

Rekomendasi