Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk menyetujui alokasi dividen senilai Rp52,1 triliun untuk tahun buku 2025 pada Jumat (10/4). Jumlah tersebut setara dengan 92 persen dari total laba bersih perseroan yang mencapai Rp57,1 triliun.
Keputusan pembagian dividen jumbo ini dilansir dari Stocksetup berdasarkan hasil rapat para pemegang saham di Jakarta. Dari total alokasi tersebut, para investor akan menerima dividen final sebesar Rp207 per saham atau total sekitar Rp31,5 triliun.
Sebelumnya, emiten berkode saham BBRI ini telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp20,6 triliun pada Januari 2026. Dengan pembayaran interim senilai Rp137 per saham itu, maka akumulasi total dividen untuk tahun buku 2025 menjadi Rp344 per saham.
Data dari Stockbit menunjukkan bahwa estimasi imbal hasil atau dividend yield BBRI berada di angka 10,15 persen. Nilai ini dihitung berdasarkan harga penutupan saham pada Jumat (10/4) yang menguat 3,35 persen ke level Rp3.390 per lembar.
Yield dari dividen final saja diperkirakan menyentuh angka 6,1 persen, yang berarti tiga kali lipat lebih tinggi dibandingkan bunga deposito bank tersebut. PT Danantara Asset Management (Danantara Indonesia) selaku pemegang saham pengendali menjadi pihak yang mendapat porsi terbesar.
Kepemilikan saham Danantara tercatat sebesar 52,7 persen per akhir Maret 2026. Atas porsi kepemilikan tersebut, lembaga pengelola aset negara ini diproyeksikan bakal menerima setoran dividen sebesar Rp27,5 triliun dari keseluruhan total pembagian.