BPJS Kesehatan resmi memberlakukan operasional layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) selama 24 jam penuh mulai Rabu (15/4/2026). Kebijakan ini memungkinkan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mengurus aktivasi hingga perubahan data tanpa batasan waktu melalui pesan singkat.
Perubahan jam operasional ini dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat akan akses layanan yang lebih fleksibel. Sebagaimana dilansir dari Detik Health, sebelumnya akses administrasi digital ini hanya tersedia terbatas pada pukul 08.00 hingga 17.00 waktu setempat.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito memberikan penjelasan mengenai latar belakang kebijakan tersebut. Pihaknya berupaya memberikan solusi cepat bagi setiap kendala administrasi yang dihadapi oleh para peserta JKN.
"Harapan masyarakat sama, yaitu bisa direspons dengan cepat dan solutif apabila mereka menemui masalah saat mengakses layanan administrasi atau layanan kesehatan," ujar Prihati Pujowaskito, Direktur Utama BPJS Kesehatan.
Selain perluasan waktu akses, manajemen juga menetapkan standar kecepatan respons yang lebih ketat bagi pengguna. Inisiatif ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan digital di lingkungan BPJS Kesehatan.
Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan Akmal Budi Yulianto menyatakan bahwa terdapat jaminan durasi respons khusus untuk jenis layanan tertentu. Hal ini bertujuan untuk memastikan efektivitas komunikasi antara sistem dan peserta.
"Untuk layanan prioritas, kami menjamin respons diberikan dalam waktu kurang dari 5 menit," kata Akmal Budi Yulianto, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan.
Adapun kategori layanan prioritas tersebut mencakup pendaftaran bayi baru lahir, pengaktifan kembali status kepesertaan, serta pembaruan data identitas seperti alamat dan status pekerjaan. Program PANDAWA 24 jam ini menjadi salah satu dari 8 Program Quick Wins BPJS Kesehatan periode 2026-2031.
Dukungan terhadap langkah digitalisasi ini juga datang dari pemerintah pusat. Transformasi ini dinilai sebagai pergeseran pola pelayanan publik yang lebih maju dan efisien di masa depan.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memberikan apresiasi terhadap penggunaan teknologi untuk memangkas hambatan birokrasi. Ia menekankan pentingnya respons proaktif dalam melayani kebutuhan masyarakat luas.
"Layanan publik ke depan harus bergerak dari reaktif menjadi proaktif. Digitalisasi membantu menghadirkan layanan yang cepat dan mengurangi inefisiensi waktu," ujar Meutya Hafid, Menteri Komunikasi dan Digital.
Bersamaan dengan optimalisasi PANDAWA, BPJS Kesehatan turut mengembangkan program Prolanis Muda serta integrasi kecerdasan buatan (AI). Teknologi tersebut akan dimanfaatkan secara khusus untuk membantu proses verifikasi klaim kesehatan agar lebih akurat.