BNI Sekuritas resmi menginisiasi program pengembangan kompetensi digital bagi tenaga pendidik di Jakarta pada 5 Mei 2026. Langkah ini diwujudkan melalui pelatihan teknologi Kecerdasan Buatan (AI) dan coding yang menyasar guru serta pimpinan sekolah negeri.
Dilansir dari Suara, perusahaan sektor keuangan ini menggandeng Yayasan Emmanuel dalam menjalankan Technology Integration in Education Programme (TIEP). Inisiatif tersebut dirancang untuk mempersiapkan ekosistem pendidikan menghadapi model pembelajaran deep learning.
SVP Finance & Strategy BNI Sekuritas, Nicodemus F Aphtioman, menjelaskan bahwa investasi pada sektor pendidikan merupakan prioritas utama bagi perusahaan. Hal ini didasari atas relevansi penggunaan data dan teknologi dalam industri keuangan sehari-hari.
"Sebagai perusahaan di industri keuangan, kami sehari-hari berhadapan dengan data, analitik, dan pengambilan keputusan berbasis teknologi. Kami meyakini bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan perusahaan adalah investasi pada generasi penerus bangsa dan pendidikan di Indonesia," ujar Nicodemus F Aphtioman.
Dalam pelaksanaannya, program TIEP membangun kolaborasi lintas sektor yang melibatkan Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta. Selain itu, sekolah-sekolah terkemuka seperti Jakarta Intercultural School (JIS), Mentari Intercultural School, dan Beacon Academy turut memberikan dukungan teknis.
"Melalui Technology Integration in Education Programme (TIEP), BNI Sekuritas berkolaborasi dengan Yayasan Emmanuel, Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, serta sekolah-sekolah terkemuka seperti JIS, Mentari Intercultural School, dan Beacon Academy untuk membekali para guru di sekolah negeri dengan kemampuan mengintegrasikan teknologi, coding, dan AI ke dalam proses pembelajaran," tutur Nicodemus F Aphtioman.
Sebanyak 60 guru dan kepala sekolah dari enam sekolah negeri terpilih menjadi peserta dalam pelatihan ini. Program ini diproyeksikan memberikan dampak positif bagi sekitar 1.900 siswa di wilayah Jakarta yang tersebar di berbagai jenjang pendidikan.
Daftar sekolah yang terlibat mencakup SDN Gambir 01, SLB Ulaka Penca, SDN Cempaka Baru 07, SDN Kedaung Kaliangke 03, SDN Srengseng Sawah 07, dan SDN Kembangan Utara 07. Fokus utamanya adalah membekali guru agar mampu mengintegrasikan teknologi secara langsung dalam kegiatan belajar mengajar.
Selain komitmen di bidang pendidikan, BNI Sekuritas tercatat aktif dalam aksi sosial lainnya sepanjang awal 2026. Perusahaan telah menyalurkan bantuan untuk pemulihan infrastruktur dan fasilitas publik di wilayah Aceh, Sumatera Utara, serta Sumatera Barat yang terdampak bencana.
Rangkaian inisiatif ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat fondasi pembangunan nasional. Target akhirnya adalah mencetak generasi muda yang memiliki daya saing tinggi dan siap menghadapi tantangan global berbasis digital di masa depan.