Ketahanan fundamental yang kuat menghantarkan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) masuk dalam nominasi peraih penghargaan The Best Investortrust Companies 2026. Ajang apresiasi tahunan ini diselenggarakan oleh Investortrust untuk emiten-emiten terbaik di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Dikutip dari Investortrust, BNI mampu menunjukkan ketahanan finansial yang kokoh di tengah ketidakpastian global dan kondisi geopolitik. Hal tersebut dicapai melalui permodalan yang kuat, likuiditas tinggi, serta kualitas aset yang resilien dengan tingkat pencadangan memadai.
Bank nasional ini juga agresif memperbesar basis nasabah ritel serta transaksi harian melalui aplikasi wondr by BNI. Langkah tersebut mendampingi kekuatan utama perseroan pada segmen bisnis korporasi dan wholesale banking.
Transformasi bisnis mulai berdampak nyata pada laporan keuangan emiten berkode saham BBNI ini. Sepanjang tahun 2025, BNI berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 20,04 triliun dengan penyaluran kredit mendekati Rp 900 triliun dan total aset melewati Rp 1.360 triliun.
Rasio kredit bermasalah atau NPL berhasil ditekan di bawah kisaran 2%. Memasuki kuartal I-2026, perseroan mengantongi laba bersih Rp 5,7 triliun, yang ditopang oleh pertumbuhan dana murah (CASA) sebesar 26,6% secara tahunan menjadi Rp 731,6 triliun.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan, capaian ini mencerminkan ketahanan model bisnis BNI yang dibangun melalui penguatan fundamental, produktivitas, dan transformasi berkelanjutan.
ÔÇ£BNI terus menjaga momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian serta disiplin dalam pengelolaan risiko di tengah dinamika global yang penuh tantangan,ÔÇØ ujar Putrama.
Perseroan saat ini menjalankan inisiatif BRAVE (Branch, Region, Area, Value, Empowerment) untuk memperkuat fungsi kantor cabang sebagai point of sale utama. Hasilnya, hingga Maret 2026, pembiayaan BNI tumbuh 20,1% secara year on year, didukung kenaikan market share CASA sebesar 120 bps menjadi 11,3% pada Februari 2026.
Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengatakan keberhasilan memperkuat CASA menjadi fondasi penting untuk menjaga efisiensi biaya dana sekaligus mendukung ekspansi kredit perseroan.
Menurut Hussein, penguatan dana murah tersebut tidak lepas dari kontribusi digital ecosystem BNI, terutama wondr by BNI dan BNIdirect.
Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menyatakan bahwa transformasi digital BNI bukan sekadar migrasi teknologi, melainkan upaya membangun pengalaman nasabah yang lebih personal dan berkelanjutan.
Okki menegaskan bahwa pengembangan fitur baru di wondr by BNI dilakukan agar nasabah memiliki alasan kuat untuk terus menggunakan platform tersebut dalam aktivitas finansial sehari-hari.
Pada segmen korporasi, platform BNIdirect mencatatkan pertumbuhan pengguna hingga mencapai sekitar 188 ribu user dengan volume transaksi naik lebih dari 16%.
Sinergi Program Pemerintah dan Pembiayaan Hijau
Selain fokus pada bisnis, BNI memposisikan diri sebagai mitra strategis dalam menyukseskan program prioritas pemerintah. Solusi transaksi digital lewat Virtual Account dan BNIdirect dilibatkan untuk meningkatkan transparansi Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Perseroan juga terlibat dalam digitalisasi ekosistem Sekolah Rakyat melalui Agen46, penyaluran pembiayaan UMKM, serta fasilitas KPR FLPP dalam Program 3 Juta Rumah.
ÔÇ£BNI akan terus hadir sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif, sekaligus memperkuat peran dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,ÔÇØ tegas Putrama.
Dari sisi pengelolaan risiko, indikator finansial BNI terpantau sehat dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) pada level 83,5% dan rasio Kewajiban Penyediaan Modal Minimum (KPMM) menyentuh 18,5%.
"Kinerja ini menunjukkan keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi, dan pengelolaan risiko yang disiplin,ÔÇØ tutur Paolo.
Direktur Risk Management BNI David Pirzada menuturkan bahwa BNI terus mendorong penerapan strategi keberlanjutan secara menyeluruh, baik dalam aktivitas operasional maupun penyaluran pembiayaan.
ÔÇ£BNI berkomitmen untuk terus memperluas pembiayaan berkelanjutan sebagai bagian dari kontribusi nyata dalam mendukung transisi menuju ekonomi hijau,ÔÇØ kata David.
Langkah keberlanjutan ini diwujudkan lewat penerbitan Sustainability Bond senilai Rp 5 triliun berperingkat idAAA pada 2025, menyusul Green Bond senilai Rp 5 triliun yang telah diterbitkan pada 2021.
Berdasarkan hasil RUPST terbaru, BNI mengumumkan aksi korporasi berupa pembagian dividen total Rp 13,03 triliun atau setara 65% dari laba bersih tahun buku 2025, serta alokasi buyback saham senilai Rp 905 miliar.
Okki Rushartomo mengatakan keputusan strategis dalam RUPST tersebut merupakan bagian dari langkah menjaga kinerja berkelanjutan sekaligus memperkuat fondasi permodalan perusahaan ke depan.
Rekomendasi Saham dari Analis Pasar Modal
Di lantai bursa, saham BBNI terpantau menarik minat pemodal asing dan mencatatkan pembelian bersih dalam sebulan terakhir. Valuasi yang relatif murah menjadikan saham ini dinilai menarik oleh sejumlah analis sekuritas.
Analis BRI Danareksa Sekuritas, Naura Reyhan Muchlis dan Victor Stefano, menetapkan rekomendasi beli untuk BBNI dengan target harga Rp 4.700. Target ini merefleksikan valuasi PBV 1,0 kali dengan proyeksi ROE tahun 2026 sebesar 11,8%.
Mandiri Sekuritas turut menyematkan rekomendasi beli dengan target harga Rp 4.600 atas pertimbangan ekspansi pembiayaan yang solid serta perbaikan tren LDR perseroan.
Optimisme serupa datang dari Analis MNC Sekuritas Indonesia, Victoria Venny, yang memberikan rekomendasi beli dengan target harga Rp 5.100. Kinerja kuartal I-2026 dinilai melampaui ekspektasi berkat pertumbuhan kredit korporasi yang melonjak 23,5% secara tahunan.
Victoria memaparkan bahwa manajemen risiko BNI berjalan baik dengan tingkat gross NPL stabil di angka 1,9% serta rasio Loan at Risk (LAR) yang membaik sebesar 230 basis poin menjadi 8,6%.