BNI Dukung Implementasi KUR Bunga 5 Persen Per Tahun

BNI Dukung Implementasi KUR Bunga 5 Persen Per Tahun
Foto: Ilustrasi BNI Dukung Implementasi KUR Bunga 5 Persen Per Tahun.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikan kebijakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga maksimal 5 persen per tahun. Penguatan akses pembiayaan ini dilakukan guna mendorong produktivitas pelaku UMKM melalui dukungan likuiditas yang memadai pada Selasa (5/5/2026).

Kepastian tersebut dilansir dari Finansial sejalan dengan pengumuman pemerintah mengenai penyesuaian suku bunga kredit program. BNI menegaskan bahwa pengelolaan risiko akan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran modal usaha kepada masyarakat.

Corporate Secretary BNI, Okki Rushartomo, menjelaskan bahwa perseroan berkomitmen penuh sebagai bagian dari BUMN untuk memperluas jangkauan finansial bagi pelaku usaha kecil. Saat ini, BNI telah menyalurkan berbagai skema kredit termasuk KUR Super Mikro dengan suku bunga mulai dari 3 persen.

ÔÇ£Inisiatif penyediaan kredit dengan bunga yang lebih terjangkau pada dasarnya sejalan dengan upaya meningkatkan inklusi keuangan dan mendorong produktivitas pelaku UMKM. Implementasi lebih lanjut tentu akan mengikuti ketentuan resmi dari Pemerintah dan regulator,ÔÇØ ujar Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI.

Langkah strategis ini merespons rencana yang diumumkan oleh Prabowo Subianto pada 1 Mei 2026. Kebijakan tersebut menginstruksikan bank-bank Himbara untuk membatasi bunga KUR maksimal 5 persen per tahun demi mengakselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Dalam aspek mitigasi risiko, BNI memperketat penilaian kelayakan usaha melalui pemanfaatan data dan teknologi terkini. Perseroan juga mengoptimalkan skema penjaminan untuk memastikan kualitas aset tetap terjaga di level yang sehat selama periode penyesuaian bunga berlangsung.

ÔÇ£Dengan pendekatan tersebut, penyaluran kredit diharapkan dapat tepat sasaran dan berkelanjutan, sekaligus meminimalkan potensi risiko di tengah penyesuaian suku bunga program,ÔÇØ kata Okki Rushartomo, Corporate Secretary BNI.

Manajemen bank berkode emiten BBNI ini memastikan struktur pendanaan berada dalam kondisi solid untuk menopang bunga rendah tersebut. Fokus utama penyaluran tetap diberikan kepada UMKM yang memiliki model bisnis produktif dan kriteria kelayakan yang baik.

Strategi operasional BNI hingga akhir 2026 akan tetap bertumpu pada seleksi debitur berkualitas tinggi. Hal ini dilakukan agar kinerja kredit perseroan tetap tumbuh solid meski terdapat kebijakan suku bunga baru yang lebih kompetitif bagi pelaku usaha.

Artikel terkait

Rekomendasi