Blibli Pangkas Rugi Bersih 52 Persen pada Kuartal I 2026

Blibli Pangkas Rugi Bersih 52 Persen pada Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Blibli Pangkas Rugi Bersih 52 Persen pada Kuartal I 2026.

Emiten lokapasar PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) atau Blibli membukukan pendapatan neto konsolidasian sebesar Rp7,83 triliun pada kuartal I/2026 yang menunjukkan pertumbuhan 67 persen secara tahunan. Berdasarkan laporan keuangan perusahaan yang dilansir dari Market, perseroan juga berhasil memangkas rugi bersih hingga 52 persen menjadi Rp303 miliar pada Kamis (30/4/2026).

Peningkatan kinerja ini didukung oleh efisiensi struktur biaya, di mana persentase beban operasional konsolidasian terhadap total processing value (TPV) turun menjadi 6,4 persen dari sebelumnya 7,3 persen. Perbaikan tersebut mendorong peningkatan persentase EBITDA terhadap TPV sebesar 200 bps ke level -0,6 persen.

CEO sekaligus Co-Founder Blibli, Kusumo Martanto menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen mengawali tahun dengan momentum solid untuk melanjutkan tren positif. Capaian ini menjadi hasil dari eksekusi strategi yang fokus pada margin secara keseluruhan.

"Ini mencerminkan kelanjutan dari eksekusi strategi kami, di mana kami menghasilkan pertumbuhan pendapatan dua digit yang kuat serta peningkatan lebih jauh pada take rate dan margin secara keseluruhan," kata Kusumo pada Kamis (30/4/2026).

BELI mencatatkan kenaikan take rate dari 9,0 persen pada kuartal I/2025 menjadi 9,9 persen pada kuartal I/2026 melalui dukungan segmen Ritel 1P dan Institusi. Perusahaan juga terus menjaga keseimbangan kinerja di seluruh unit usaha agar tetap kompetitif.

"Strategi omnichannel kami terus bertumbuh di berbagai kategori, sementara usaha institusi dan toko fisik berkembang dengan kualitas dan skala yang lebih baik." ujar Kusumo.

Ekspansi fisik terus dilakukan dengan penambahan 35 toko baru selama tiga bulan pertama tahun 2026 guna memperkuat kehadiran di segmen elektronik dan gaya hidup. Hingga akhir periode tersebut, Blibli telah mengoperasikan ratusan gerai termasuk supermarket premium dan pusat pengalaman perlengkapan rumah.

"Strategi omnichannel kami terus bertumbuh di berbagai kategori, sementara usaha institusi dan toko fisik berkembang dengan kualitas dan skala yang lebih baik." lanjut Kusumo.

CFO Blibli, Ronald Winardi menambahkan bahwa perseroan berhasil mempercepat pertumbuhan pendapatan yang dibarengi dengan disiplin operasional. Hal ini terlihat dari penurunan kerugian operasional yang cukup signifikan selama periode laporan tersebut.

"Penurunan kerugian operasional yang signifikan dan peningkatan substansial dalam kinerja persentase EBITDA terhadap TPV telah menggarisbawahi penguatan unit ekonomis dan operating leverage, di mana kami terus melangkah maju menuju peta jalan profitabilitas kami." papar Ronald Winardi.

Guna mewujudkan target tahunan, Blibli memproyeksikan kenaikan pendapatan neto konsolidasian antara 15 hingga 20 persen pada sisa tahun 2026. Fokus strategis perusahaan tetap tertuju pada peningkatan margin dan efisiensi struktur biaya untuk mencapai nilai jangka panjang bagi pemegang saham.

Artikel terkait

Rekomendasi