Bisnis Indonesia Group resmi memulai rangkaian penyelenggaraan Bisnis Indonesia Awards (BIA) 2026. Ajang tahunan ini merupakan bentuk apresiasi bagi perusahaan terbuka yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan performa terbaik.
Seperti dikutip dari Market, proses awal kegiatan ini ditandai dengan agenda penjurian yang berlangsung pada Senin, 4 Mei 2026. Sebanyak lima anggota dewan juri terlibat langsung dalam memberikan penilaian terhadap emiten-emiten terpilih.
Ketua Dewan Juri BIA 2026 dipimpin oleh Senior Economist di Creco Research, Raden Pardede. Ia didampingi oleh empat pakar lainnya dari berbagai latar belakang ekonomi dan akademisi.
Para juri tersebut meliputi Wimboh Santoso (Ketua Dewan Komisioner OJK 2017ÔÇö2022) dan Eduardus Tandelilin yang merupakan Guru Besar FEB UGM Yogyakarta. Selain itu, hadir pula Lana Soelistianingsih dari FEB Universitas Indonesia serta Arif Budisusilo selaku Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group.
Penyelenggaraan BIA 2026 mengangkat tema "Where Growth Meets Strength". Pemilihan tema ini bertujuan mengukur ketangguhan emiten dalam melakukan transisi bisnis dari masa pandemi menuju fase pascapandemi secara utuh.
Penilaian tidak hanya melihat seberapa besar pertumbuhan yang dicapai perusahaan. Para juri juga memantau konsistensi performa emiten di tengah berbagai penyesuaian kebijakan yang dilakukan oleh pemerintahan baru.
Presiden Direktur Bisnis Indonesia Group, Arif Budisusilo, menjelaskan bahwa ajang ini telah menjadi tradisi sejak pertama kali diinisiasi pada tahun 2002. Penilaian tahun ini mencakup aspek luas melampaui angka keuangan.
"Tata kelola atau governance ini kami dikedepankan. Oleh karena itu, selain aspek kuantitatif yang diukur, aspek kualitatif seperti kepatuhan terhadap regulasi, governance perusahaan yang baik dan profesional, menjadi tolok ukur yang nanti diuji bersama-sama oleh para juri," ujar Arif Budisusilo.
Metodologi dan Transparansi Data
Dalam pertemuan perdana, dewan juri menyepakati metodologi pengukuran yang disusun oleh tim riset DataIndonesia. Hal ini mencakup bobot penilaian untuk setiap indikator yang menjadi acuan performa perusahaan.
Basis data utama yang digunakan adalah laporan kinerja keuangan tahunan untuk periode 2023, 2024, dan 2025. Data diambil dari sumber resmi seperti situs perusahaan, otoritas bursa, hingga publikasi media cetak.
Anggota Dewan Juri dari UGM, Eduardus Tandelilin, memberikan penekanan pada objektivitas proses seleksi ini. Menurutnya, kriteria yang ditetapkan sangat terbuka bagi pengawasan publik.
"Dasar kriteria penjurian BIA 2026 sangat transparan karena menggunakan data yang yang dipublikasikan oleh setiap emiten secara terbuka dan dapat diakses oleh publik," tutur Eduardus Tandelilin.
Setelah seluruh tahapan penilaian selesai, pengumuman pemenang BIA 2026 dijadwalkan berlangsung dalam acara gala dinner pada akhir Juni 2026 mendatang.