Pemilik bengkel spesialis Garasi Aicky Motor, Dicky Nurjaman, mengungkapkan rincian biaya perbaikan modul Anti-lock Braking System (ABS) sepeda motor yang mengalami kerusakan pada Jumat (17/4/2026). Besaran tarif servis tersebut ditentukan berdasarkan tingkat keparahan komponen, mulai dari kategori ringan hingga penggantian total.
Dilansir dari Otomotif, kerusakan pada sistem pengereman ini tidak hanya berisiko terhadap aspek keselamatan berkendara, tetapi juga memerlukan biaya pemulihan yang cukup besar. Dicky menjelaskan bahwa estimasi pengerjaan di bengkelnya yang berlokasi di Cibinong tersebut dibagi ke dalam tiga klasifikasi utama.
"Biaya tergantung tingkat kerusakan kan kalau itu. Kalau kategori mudah di bengkel saya Rp 900.000," ujar Dicky, pemilik Garasi Aicky Motor.
Pada tingkat kerusakan ringan, kendala biasanya hanya sebatas kebocoran internal di dalam modul. Proses perbaikan melibatkan pembongkaran menyeluruh untuk memastikan kondisi unit kontrol elektronik (ECU) serta komponen mekanis lainnya yang masih berfungsi normal.
"Yang dikerjain yang pasti bongkar total modul ABS. Soalnya kan ECU-nya ada yang masih hidup dan ada yang enggak gitu. Tapi sudah terjadi kebocoran," ucap Dicky.
Langkah teknis dilakukan dengan memperbarui sektor dinamo atau melakukan modifikasi pada rumah ABS guna mencegah rembesan minyak rem kembali masuk ke area sensitif. Upaya modifikasi ini menjadi alternatif bagi pemilik kendaraan yang tidak ingin mengganti keseluruhan rumah ABS.
"Misalkan kami harus memperbarui bagian dinamonya. Kalau konsumennya enggak mau ganti rumah ABS, saya memodifikasi rumah ABS-nya, supaya bocoran minyak rem enggak masuk lagi ke bagian itu," kata Dicky.
Untuk kerusakan kategori sedang, biaya perbaikan meningkat menjadi kisaran Rp1,5 juta karena umumnya membutuhkan penggantian komponen krusial seperti koil dan dinamo. Sementara itu, biaya servis kategori berat dapat mencapai angka Rp2,2 juta apabila ECU atau papan sirkuit cetak (PCB) sudah dalam kondisi terbakar.
"Kalau yang berat tuh sampai ECU ABS-nya sudah gosong. Atau papan PCB-nya sudah sampai terbakar, itu sudah enggak bisa tertolong. Harus ganti ECU-nya yang baru gitu," kata Dicky.
Dicky memberikan catatan bahwa servis pada kategori berat terkadang belum menuntaskan masalah secara permanen jika kebocoran pada rumah ABS tetap ada. Oleh karena itu, skema tukar tambah modul sering kali menjadi saran utama bagi para pelanggan.
"Nah, itu kan biayanya Rp 2,2 juta yang paling berat, tapi kan tetap dengan kondisi rumah ABS yang sudah bocor. Makanya saya suka sarankan tukar tambah modul ABS," ujar Dicky.
Opsi tukar tambah ini dipatok pada kisaran harga Rp2,8 juta hingga Rp3,3 juta sesuai dengan tipe motor yang bersangkutan. Meski memerlukan dana lebih besar, solusi ini diklaim memberikan ketahanan jangka panjang karena seluruh rangkaian unit telah diperbarui dan dilapisi pelindung khusus.
"Dengan kondisi dinamonya yang sudah oke, baru, rumah ABS-nya baru, sudah di-custom juga jalurnya. Terus untuk ECU ABS-nya baru, kondisi yang oke. Terus sudah di-coating juga untuk mencegah 5 tahun ke depan misalkan terjadi kebocoran," ucap Dicky.