Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan implementasi QRIS Cross Border di Korea Selatan. Seperti dilansir dari Investortrust, kepastian ini berjalan setelah adanya uji coba QRIS antara Indonesia dan Korea Selatan yang sukses digelar pada Oktober 2025 lalu.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta menyatakan bahwa penerapan QRIS lintas negara ini merupakan wujud kemitraan erat antara BI dengan Bank of Korea, beserta asosiasi dan pelaku industri terkait. Proses penjajakan kerja sama hingga realisasi penuh sistem pembayaran ini berjalan relatif cepat dengan memakan waktu kurang dari satu tahun.
"Kolaorasi yang erat ini memastikan inovasi yang kita bangun bukan secara konsep tapi juga siap memberikan manfaat yang nyata," kata Filianingsih saat peluncuran QRIS, di kantor BI, Jakarta, Rabu (1/4/2026).
Integrasi pembayaran antarnegara ini menjadi langkah nyata dalam menyukseskan agenda transformasi digital. Kehadiran inovasi ini ditujukan agar konektivitas sistem pembayaran lintas batas dapat berlangsung lebih cepat, mudah, murah, aman, serta handal.
"Ini tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang usaha yang lebih luas baik di sektor pariwisata," kata dia.
Filianingsih menambahkan, banyak Warga Negara Indonesia (WNI) yang berkunjung ke Korea Selatan untuk mendatangi kafe dan lokasi syuting drama Korea. Melalui kerja sama ini, wisatawan asal Korea Selatan yang berlibur ke Indonesia juga akan mendapat kemudahan saat bertransaksi di berbagai restoran Korea di Tanah Air.
"Jadi ini membuka peluang untuk sektor pariwisata dan sektor perdagangan, UMKM, dan untuk terhubung dengan pasar yang lebih luas, pasar regional dan global," kata dia.
Langkah strategis ini sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam membangun jaringan konektivitas pembayaran lintas negara yang efisien, inklusif, dan mengedepankan kepentingan nasional.
Apresiasi terhadap interkoneksi sistem pembayaran berbasis QR ini turut disampaikan oleh Wakil Duta Besar Korea Selatan untuk Indonesia, Park Soo-deok. Menurutnya, kolaborasi nyata ini memberikan dampak positif yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat di kedua negara.
"Ini bukan sekadar capaian teknologi. Ini artinya kepercayaan antara dua negara dan dua masyarakat," kata Soo-deok.
Park Soo-deok juga menyebut momentum peluncuran ini sangat istimewa karena terlaksana bersamaan dengan kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Korea Selatan. Kunjungan tersebut menandai komitmen kedua negara yang sedang berkembang untuk memperkuat hubungan bilateral.
"Ini membuktikan kerja sama ekonomi dan keuangan antara kedua negara terus berkembang semakin pesat," ujar dia.