Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengusulkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Indonesia merujuk pada keberhasilan Jepang dalam meningkatkan kualitas fisik penduduknya. Pernyataan tersebut disampaikan saat Dadan melakukan kunjungan kerja ke Kota Padang pada Rabu (22/4/2026).
Sebagaimana dilansir dari Kompas, implementasi program yang berkesinambungan di Jepang dinilai menjadi faktor utama keberhasilan negara tersebut. Dadan menyoroti adanya korelasi positif antara konsumsi pangan bergizi yang teratur dengan pertumbuhan fisik masyarakat di Negeri Sakura tersebut.
"Pengalaman Jepang menjalankan program makan bergizi secara kontinyu, mereka berhasil menaikkan rata-rata tinggi badan penduduknya," kata Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Data yang dipaparkan menunjukkan peningkatan signifikan pada fisik warga Jepang setelah program dijalankan. Sebelum inisiatif tersebut dimulai, rata-rata tinggi badan masyarakat Jepang berada di angka 159 cm, namun kini telah mencapai angka 170 cm.
Dadan menambahkan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pertumbuhan fisik, tetapi juga mendorong perubahan gaya hidup sehat secara menyeluruh. Hal ini terlihat dari tren statistik kesehatan warga Jepang dalam kurun waktu belasan tahun terakhir.
"Dalam 15 tahun terakhir di Jepang, rata-rata tinggi badan masyarakatnya naik tapi berat badannya justru turun," kata Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Kondisi tersebut merupakan dampak dari konsistensi masyarakat dalam menjaga asupan nutrisi dan pola hidup yang baik. Penurunan berat badan di tengah kenaikan tinggi badan mencerminkan komposisi tubuh yang lebih sehat bagi penduduk di sana.
"Hal ini dikarenakan gaya hidup sehat yang dijalankan sejak belasan tahun," kata Dadan Hindayana, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Ke depannya, BGN berkomitmen untuk terjun langsung ke tengah masyarakat guna memberikan edukasi mengenai pemilihan makanan sehat. Fokus lembaga ini akan diperluas tidak hanya pada distribusi pangan, tetapi juga pada aspek pemerataan gizi secara nasional.
Terkait teknis pelaksanaan di daerah, Dadan mendorong Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mengoptimalkan potensi sumber daya lokal, termasuk di Kota Padang. Langkah ini diambil agar menu makanan tetap bervariasi sekaligus mendukung kearifan pangan setempat.
Saat ini, BGN telah menyusun pedoman teknis berupa buku yang memuat 80 menu masakan Nusantara. Daftar menu tersebut disiapkan secara khusus untuk mendukung standarisasi gizi dalam pelaksanaan program nasional tersebut.