Benarkah Heavy Makeup Bikin Wajah Cepat Tua? Simak Penjelasan Dokter Terbaru 2026

Benarkah Heavy Makeup Bikin Wajah Cepat Tua? Simak Penjelasan Dokter Terbaru 2026
Foto: Benarkah Heavy Makeup Bikin Wajah Cepat Tua? Simak Penjelasan Dokter Terbaru 2026. (Illustration by Pexels)

Tren merias wajah di kalangan generasi muda saat ini berkembang dengan sangat pesat seiring kemudahan akses tutorial di media sosial. Teknik-teknik profesional seperti penggunaan alas bedak dengan daya tutup tinggi, kontur wajah yang tajam, hingga transformasi bentuk wajah kini menjadi hal yang lumrah dilakukan sehari-hari.

Fenomena ini kemudian memicu perbincangan hangat mengenai dampak riasan tebal atau heavy makeup terhadap penampilan fisik seseorang. Banyak yang beranggapan bahwa gaya riasan tersebut justru membuat wajah tampak jauh lebih tua dari usia aslinya atau yang sering disebut sebagai efek wajah boros.

Penjelasan Pakar Mengenai Dampak Makeup Tebal

Pakar Kecantikan dan Estetika, dr. Yessica Tania, memberikan pandangan bahwa riasan tebal sebenarnya tidak secara otomatis membuat wajah seseorang menua. Menurutnya, variasi tren kecantikan yang sangat inovatif saat ini memungkinkan anak muda bereksperimen dengan gaya yang memberikan kesan lebih dewasa.

Yessica menjelaskan bahwa fenomena Generasi Z yang terlihat lebih dewasa dibandingkan milenial salah satunya dipengaruhi oleh keberagaman gaya riasan tersebut. Hal ini ia sampaikan dalam acara peluncuran produk multivitamin terbaru di kawasan Jakarta beberapa waktu lalu.

Persoalan mendasar yang sering terjadi justru berkaitan dengan minimnya pengetahuan mengenai cara merawat dan menjaga kesehatan kulit dengan benar. Banyak pengguna kosmetik yang tidak menyesuaikan produk dengan jenis kulit mereka atau abai dalam proses pembersihan wajah setelah beraktivitas seharian.

Kelalaian dalam merawat kulit ini dapat memicu berbagai masalah kesehatan kulit yang akhirnya membuat wajah terlihat kusam dan kehilangan kesegarannya. Dampak yang muncul bisa beragam, mulai dari rusaknya lapisan pelindung kulit atau skin barrier hingga munculnya kemerahan dan warna kulit yang tidak merata.

Beberapa masalah kulit yang sering membuat wajah tampak lebih tua antara lain:

  • Kondisi kulit yang terlihat kusam dan kehilangan cahaya alaminya.
  • Terjadinya peradangan atau kemerahan pada area wajah tertentu akibat reaksi kosmetik.
  • Warna kulit yang tidak merata sehingga terlihat kurang segar.
  • Kerusakan pada lapisan pelindung kulit atau skin barrier yang vital.

Yessica menegaskan bahwa pada dasarnya kulit remaja dan mereka yang berusia dua puluhan masih sangat sehat serta memiliki warna yang merata secara alami. Oleh karena itu, munculnya masalah kulit akibat perawatan yang salah menjadi faktor utama yang menciptakan kesan wajah tampak boros.

Pentingnya Perawatan Kulit Luar dan Dalam

Sangat disarankan bagi para pengguna kosmetik untuk selalu memilih produk yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing tanpa terkecuali. Selain itu, teknik pembersihan wajah ganda atau double cleansing sangat direkomendasikan untuk mengangkat sisa riasan secara menyeluruh.

Penggunaan produk pembersih seperti micellar water atau cleansing balm sebelum mencuci muka dengan sabun adalah langkah krusial yang tidak boleh dilewatkan. Namun, menjaga kesehatan kulit ternyata tidak hanya cukup dilakukan melalui perawatan dari luar saja.

Faktor internal yang sangat memengaruhi kualitas dan kesehatan kulit meliputi:

  1. Asupan makanan bergizi yang seimbang setiap harinya.
  2. Kecukupan nutrisi spesifik seperti kolagen, vitamin C, dan vitamin E.
  3. Pemenuhan asupan biotin atau vitamin B7 yang mendukung struktur kulit.
  4. Kualitas tidur yang cukup untuk mendukung proses regenerasi sel di malam hari.

Yessica memberikan peringatan khusus mengenai pola tidur yang buruk karena dapat menghambat perbaikan sel kulit yang terjadi secara alami saat kita beristirahat. Selain itu, konsumsi gula yang berlebihan juga menjadi ancaman serius bagi elastisitas dan kekencangan kulit wajah.

Kadar gula yang tinggi dalam tubuh dapat memicu proses inflamasi atau peradangan yang merusak kualitas kolagen dan elastin dalam jaringan kulit. Hal inilah yang kemudian mempercepat munculnya tanda-tanda penuaan dini pada mereka yang masih berusia muda.

Gaya Hidup Sehat di Era Modern

Kebutuhan masyarakat modern saat ini mulai bergeser ke arah solusi kesehatan yang lebih praktis dan menyenangkan untuk dijalani setiap hari. Senior Brand Manager Kalbe Consumer Health, Sisca Rachmadita, mengamati bahwa tren wellness kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

Menurut Sisca, masyarakat saat ini menginginkan konsep perawatan diri yang tidak membebani rutinitas harian mereka yang sudah sangat padat. Perawatan kulit dan kesehatan tubuh sebaiknya menjadi aktivitas yang bisa dinikmati tanpa menimbulkan tekanan baru dalam kehidupan sehari-hari.

Ringkasan kunci menjaga kesehatan kulit agar tetap tampak awet muda:

Aspek Perawatan Langkah yang Harus Dilakukan
Riasan Wajah Sesuaikan produk dengan jenis kulit dan bersihkan secara total.
Gaya Hidup Pastikan waktu tidur cukup dan kurangi konsumsi gula berlebih.
Nutrisi Tubuh Konsumsi vitamin dan kolagen untuk mendukung kesehatan dari dalam.

Melalui kombinasi yang tepat antara perawatan luar, gaya hidup sehat, serta asupan nutrisi yang cukup, kulit akan tetap sehat tanpa terlihat lebih tua dari usia aslinya. Intinya, konsep perawatan diri harus bisa beradaptasi dengan ritme hidup yang serba cepat agar memberikan hasil yang optimal bagi kesehatan jangka panjang.

Artikel terkait

Rekomendasi