BEI Rombak Komposisi Indeks Saham Periode Mei-Juli 2026

BEI Rombak Komposisi Indeks Saham Periode Mei-Juli 2026
Foto: Ilustrasi BEI Rombak Komposisi Indeks Saham Periode Mei-Juli 2026.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan pembaruan besar pada daftar saham yang mengisi indeks-indeks utama untuk periode 4 Mei hingga 31 Juli 2026. Pengetatan kriteria terkait likuiditas dan proporsi saham publik menjadi dasar perubahan komposisi tersebut.

Perubahan paling signifikan terlihat pada indeks LQ45 dengan masuknya lima emiten baru. Kelima saham tersebut adalah PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN), PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA), PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA), serta PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) sebagaimana dilansir dari Money.

Kehadiran CUAN menambah representasi aset milik pengusaha Prajogo Pangestu di jajaran indeks paling likuid di bursa. Sementara itu, masuknya WIFI menandai keterlibatan emiten yang berafiliasi dengan Hashim Djojohadikusumo ke dalam daftar prestisius tersebut.

Bersamaan dengan masuknya nama-nama baru, BEI juga mengeluarkan sejumlah emiten besar dari LQ45. Saham-saham yang terdepak antara lain PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), PT Ciputra Development Tbk (CTRA), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL).

Penyesuaian juga menyentuh indeks IDX30 melalui pergantian tunggal, di mana PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) masuk menggantikan PT Indosat Tbk (ISAT). Pada indeks IDX80, lima pendatang baru mencakup PT Sentul City Tbk (BKSL), PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), DEWA, PT Gudang Garam Tbk (GGRM), serta PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

Keluarnya sejumlah emiten dari IDX80 mencakup PT Bank BTPN Syariah Tbk (BTPS), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), BREN, DSSA, dan NCKL. Sementara itu, Indeks Bisnis-27 kini menyertakan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan mengeluarkan ADMR serta PT Barito Pacific Tbk (BRPT).

Sektor pertambangan mendominasi pembaruan pada indeks MNC36 dengan masuknya PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Sebaliknya, saham BRPT, CTRA, dan HEAL resmi dikeluarkan dari keanggotaan indeks tersebut.

Otoritas bursa menetapkan aturan seleksi yang lebih ketat, terutama mengenai pemisahan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau high shareholding concentration (HSC). Batas minimum saham publik atau free float kini dipatok minimal 10 persen sesuai dengan regulasi Peraturan I-A.

Selain syarat kepemilikan, BEI memberikan kelonggaran pada aspek operasional perdagangan berupa toleransi suspensi maksimal satu hari dalam enam bulan terakhir. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh konstituen indeks tetap aktif ditransaksikan oleh investor di pasar reguler.

Artikel terkait

Rekomendasi