PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan terdapat 15 perusahaan yang masuk dalam antrean pencatatan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) hingga 30 April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya otoritas bursa untuk mencapai target 50 emiten baru sepanjang tahun ini.
Data tersebut dilansir dari Suara, yang menunjukkan bahwa mayoritas calon emiten didominasi oleh perusahaan dengan kepemilikan aset skala besar. Klasifikasi ini merujuk pada regulasi Otoritas Jasa Keuangan yang menetapkan ambang batas nilai aset di atas Rp250 miliar.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, memberikan rincian terkait profil perusahaan yang sedang bersiap melantai di bursa tersebut. Penegasan mengenai jumlah perusahaan dalam daftar tunggu disampaikan dalam keterbukaan informasi di Jakarta pada Senin, 4 Mei 2026.
"Hingga saat ini, terdapat 15 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI," ungkap Nyoman dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (4/5/2026).
Berdasarkan komposisinya, terdapat 11 perusahaan yang masuk kategori aset skala besar dan 4 perusahaan dengan aset skala menengah di rentang Rp50 miliar hingga Rp250 miliar. Sektor kesehatan, barang konsumen primer, serta barang konsumen nonprimer masing-masing menyumbang tiga calon emiten.
| Sektor Industri | Jumlah Perusahaan |
|---|---|
| Kesehatan | 3 |
| Barang Konsumen Primer | 3 |
| Barang Konsumen Nonprimer | 3 |
| Infrastruktur | 2 |
| Teknologi | 2 |
| Energi | 1 |
| Keuangan | 1 |
Selain instrumen saham, penghimpunan dana di pasar modal juga diramaikan oleh penerbitan Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS). Per akhir April 2026, tercatat telah terbit 54 emisi dari 35 penerbit dengan total nilai mencapai Rp58,90 triliun, sementara 47 emisi lainnya masih dalam proses antrean.
Aktivitas korporasi melalui hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue juga mencatatkan realisasi sebesar Rp3,75 triliun dari tiga perusahaan. Saat ini, BEI masih menunggu satu perusahaan dari sektor properti yang direncanakan akan segera melaksanakan aksi penambahan modal tersebut.