BEI Buka Suspensi Saham MSIE dan BAIK Mulai Sesi I

BEI Buka Suspensi Saham MSIE dan BAIK Mulai Sesi I
Foto: Ilustrasi BEI Buka Suspensi Saham MSIE dan BAIK Mulai Sesi I.

Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi mencabut status suspensi perdagangan saham PT Multisarana Intan Eduka Tbk (MSIE) dan PT Bersama Mencapai Puncak Tbk (BAIK). Dilansir dari Investortrust, pemulihan transaksi kedua saham tersebut berlaku mulai perdagangan sesi I, Rabu (6/5/2026).

Otoritas bursa menjelaskan bahwa pembukaan kembali perdagangan saham MSIE dan BAIK dilakukan di pasar reguler maupun pasar tunai. Meski demikian, aktivitas transaksi untuk saham BAIK hanya dapat dilakukan melalui papan pemantauan khusus (PPK).

Langkah penghentian sementara transaksi sebelumnya diambil oleh BEI akibat lonjakan harga yang signifikan. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, nilai saham MSIE terpantau melonjak hingga lebih dari 173% ke level Rp 123.

Tren kenaikan serupa juga dialami oleh saham BAIK yang mencatatkan lonjakan harga sebesar 153% hingga mencapai Rp 665 dalam satu bulan. Akibat pergerakan yang sangat agresif ini, saham BAIK sempat terkena pembekuan transaksi untuk kedua kalinya sejak 24 April.

Di sisi lain, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan memiliki peluang untuk melanjutkan tren penguatan. Pergerakan indeks diperkirakan berada pada rentang level 7.000 hingga 7.100, dengan beberapa rekomendasi beli untuk saham RAJA, PADI, dan GZCO.

Riset dari BRI Danareksa Sekuritas memaparkan bahwa indikator teknikal menunjukkan peluang kenaikan indeks yang cenderung terbatas. Target resistance terdekat diprediksi berada pada kisaran level 7.100 sampai 7.160.

Sektor perbankan beserta saham-saham emiten konglomerasi diperkirakan menjadi pendorong utama pergerakan indeks. Sentimen positif ini dipicu oleh euforia pasar terhadap rilis data ekonomi nasional yang melampaui ekspektasi sebelumnya.

Pertumbuhan Gross Domestic Product (GDP) nasional pada kuartal I-2026 yang menyentuh angka 5,61% menjadi penopang utama penguatan indeks. Capaian ini menjadi laju pertumbuhan tercepat sejak kuartal III-2022 sekaligus melewati target proyeksi pasar yang berada di level 5,30%.

Artikel terkait

Rekomendasi