BEI Awasi Saham BREN Akibat Penurunan Harga Tidak Wajar

BEI Awasi Saham BREN Akibat Penurunan Harga Tidak Wajar
Foto: Ilustrasi BEI Awasi Saham BREN Akibat Penurunan Harga Tidak Wajar.

Bursa Efek Indonesia (BEI) memasukkan saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) ke dalam pengawasan Unusual Market Activity (UMA) di Jakarta pada Selasa (12/5/2026). Langkah ini diambil setelah terjadi penurunan harga saham emiten milik Prajogo Pangestu tersebut yang dinilai di luar kebiasaan.

Pengawasan ini dipicu oleh anjloknya harga saham BREN sebesar lebih dari 60 persen sepanjang tahun berjalan (ytd) menjadi Rp3.790. Dilansir dari Investortrust, pergerakan negatif ini berdampak signifikan terhadap kondisi pasar modal dalam satu bulan terakhir.

Kemerosotan nilai saham BREN tercatat mencapai lebih dari 35 persen dalam sebulan ke belakang. Pelemahan tersebut juga menjadikannya sebagai penekan utama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ikut terseret turun lebih dari 20 persen ytd.

Sentimen negatif pasar muncul setelah adanya indikasi bahwa saham emiten energi terbarukan ini berpotensi dikeluarkan dari daftar MSCI Index. Hal tersebut menyusul adanya pengumuman mengenai konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi atau high shareholding concentration (HSC).

"Telah terjadi penurunan harga saham BREN yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity)," tulis Bursa dalam pengumuman resmi.

Pihak otoritas bursa menyatakan bahwa penerbitan status UMA ini difungsikan demi memberikan perlindungan bagi para investor. Kendati demikian, status pengawasan khusus ini tidak serta-merta menjadi penanda bahwa emiten terkait telah melakukan pelanggaran regulasi di bidang pasar modal.

Saat ini pemantauan intensif sedang dilakukan oleh pihak BEI terhadap seluruh perkembangan transaksi saham perseroan tersebut. Merespons situasi ini, para investor diminta untuk terus mencermati kinerja operasional beserta keterbukaan informasi yang disampaikan oleh perusahaan.

Selain itu, pelaku pasar diimbau memperhatikan jawaban emiten atas konfirmasi bursa. Investor juga diminta mempertimbangkan segala risiko yang mungkin terjadi di masa depan sebelum mengambil keputusan investasi.

Artikel terkait

Rekomendasi