Begal Bersenjata Celurit Rampas Motor Warga di Kebon Jeruk

Begal Bersenjata Celurit Rampas Motor Warga di Kebon Jeruk
Foto: Ilustrasi Begal Bersenjata Celurit Rampas Motor Warga di Kebon Jeruk.

Seorang pengendara sepeda motor menjadi korban pembegalan bersenjata tajam di Jalan Arjuna Selatan, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, pada Senin (4/5/2026) dini hari. Korban kehilangan kendaraan beserta barang berharga setelah diancam oleh empat orang pelaku yang membawa senjata tajam jenis celurit.

Aksi kriminalitas tersebut terekam kamera pemantau dan menjadi pembicaraan publik setelah diunggah oleh akun Instagram @info.kebonjeruk. Dilansir dari Megapolitan, insiden bermula saat korban menepi di pinggir jalan pada pukul 02.14 WIB untuk memeriksa telepon selulernya, namun tiba-tiba didatangi oleh komplotan pelaku.

Berdasarkan rekaman video, para pelaku langsung memberikan ancaman agar korban menyerahkan motornya. Korban sempat berupaya mempertahankan hartanya sebelum akhirnya mendapatkan kekerasan fisik berupa tendangan dan dorongan hingga terjatuh ke dalam saluran air atau gorong-gorong.

Upaya pengejaran sempat dilakukan oleh korban setelah para pelaku berhasil menguasai sepeda motor tersebut. Namun, salah satu pelaku merespons dengan mengayunkan celurit ke arah punggung korban yang mengakibatkan luka bacok serta hilangnya tas, dompet, dan ponsel milik korban.

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Nur Aqsha memberikan penjelasan mengenai langkah kepolisian dalam menindaklanjuti informasi yang beredar di media sosial tersebut. Pihaknya saat ini tengah memverifikasi lokasi pasti kejadian guna menentukan yurisdiksi penanganan kasus.

"Sedang dicek dulu Arjuna Selatan-nya masuk wilayah Kebon Jeruk atau polsek lain. Kan di sana memang perbatasan ya, dengan Gropet (Grogol Petamburan) dan juga Palmerah," kata Aqsha saat dihubungi melalui telepon, Senin malam.

Penelusuran internal dilakukan oleh kepolisian mengingat belum ada laporan resmi yang masuk dari pihak korban terkait peristiwa pembegalan tersebut. Kompol Nur Aqsha menyebutkan bahwa ketiadaan laporan membuat rincian kerugian dan kondisi medis korban belum bisa dipastikan secara detail.

"Ya makanya, kita juga kan baru dapetin informasinya ini. Nah, belum ada yang laporan juga ke kami, ya. Takutnya sudah melapor tapi ke polsek lain karena perbatasan tadi gitu, sedang diperiksa dulu," ucap Aqsha.

Kepolisian menegaskan komitmennya untuk tetap memproses dugaan tindak pidana ini meskipun tanpa adanya laporan resmi. Langkah tersebut diambil karena aksi kekerasan jalanan yang menggunakan senjata tajam dinilai telah menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

Artikel terkait

Rekomendasi