Pilihan program beasiswa luar negeri kini menjadi sorotan publik pada Senin, 20 April 2026, setelah mencuatnya kasus penerima dana LPDP berinisial DS. Sejumlah skema pembiayaan internasional diketahui tidak mengharuskan penerimanya kembali ke negara asal untuk mengabdi.
Opsi pendidikan ini memungkinkan mahasiswa Indonesia untuk membangun karier secara bebas di kancah internasional setelah menyelesaikan studi. Berdasarkan laporan yang dilansir dari Edukasi, terdapat delapan program beasiswa bergengsi yang tidak menetapkan aturan wajib pulang.
Program pertama adalah Erasmus Mundus dari Uni Eropa yang menyediakan skema pembiayaan penuh untuk jenjang S2. Beasiswa ini menawarkan jalur gelar ganda (joint degree) atau beberapa gelar (multiple degree) dari universitas di Eropa dengan cakupan biaya kuliah, tunjangan hidup, hingga akomodasi.
Pemerintah Jerman juga menawarkan bantuan melalui DAAD EPOS yang menyasar mahasiswa dari negara berkembang untuk bidang pembangunan. Fasilitas yang diberikan meliputi tunjangan bulanan, asuransi kesehatan, bahkan bantuan biaya sewa tempat tinggal bagi keluarga yang mendampingi dalam kondisi tertentu.
Rusia turut menyediakan Russian Government Scholarship untuk jenjang S1 hingga S3 tanpa mensyaratkan nilai TOEFL atau batasan usia. Selain itu, Pemerintah Hungaria bekerja sama dengan Kemendiktisaintek dalam program Stipendium Hungaricum yang menanggung asuransi kesehatan dan biaya hidup tahunan.
Kementerian Luar Negeri Italia melalui MAECI Scholarship mendukung kerja sama budaya dengan memberikan biaya hidup sebesar EUR 9 ribu atau setara Rp 178 juta bagi mahasiswa asing. Sementara itu, beasiswa MEXT dari Pemerintah Jepang ditegaskan tidak memiliki ikatan dinas bagi penerima program riset hingga pelatihan guru.
Kawasan Asia Timur lainnya seperti Korea Selatan menyediakan Global Korea Scholarship (GKS) yang mencakup tiket pesawat dan kursus bahasa. Di Taiwan, kementerian pendidikan setempat menawarkan subsidi biaya kuliah senilai NT$ 40 ribu per semester ditambah tunjangan hidup bulanan bagi mahasiswa internasional.