Kebijakan baru mengenai pembagian keuntungan bagi para investor resmi diumumkan oleh PT Bank Central Asia Tbk (BCA) pada tahun ini. Emiten berkode saham BBCA tersebut berencana mengubah frekuensi pembayaran dividen menjadi setiap kuartal.
Langkah manajemen untuk lebih rutin membagikan keuntungan kepada pemegang saham dikonfirmasi oleh Direktur BCA Vera Eve Lim. Skema ini mengubah kebiasaan sebelumnya yang mana dividen interim hanya dicairkan sekali pada akhir tahun, dilansir dari Investortrust.
"Benar, kita akan melakukan pembayaran dividen interim, biasanya kita lakukan di bulan Desember sekali setahun. Tahun ini, mulai tahun ini kita akan lakukan setiap kuartalan. Akan mulai dari kuartal kedua, kuartal ketiga, dan kuartal keempat. Jadi ada tiga kali dividen interim. Kuartal satu biasanya dividen final yang baru saja kita lakukan," ujar Vera dalam acara Konferensi Pers Paparan Kinerja PT Bank Central Asia Tbk Kuartal I 2026 yang digelar secara virtual, Kamis (23/4/2026).
Vera juga mencatat adanya tren peningkatan pada rasio pembayaran keuntungan atau dividend payout ratio dibandingkan dengan periode sebelumnya. Alokasi laba bersih yang ditujukan sebagai dividen mengalami kenaikan persentase pada tahun buku terakhir.
"Baru saja kita bayar dividen tahun ini, dividend payout ratio-nya itu 72% dibanding tahun sebelumnya 68%. Jadi ada peningkatan ya," tambah Vera.
Pertumbuhan rasio tersebut merefleksikan kondisi permodalan yang memadai untuk ekspansi bisnis sekaligus performa finansial perseroan yang kuat. Meski jadwal berkala sudah direncanakan, nominal mendetail untuk dividen per kuartal masih digodok secara internal.
"Jadi itu belum kita putuskan, tapi itu adalah sesuai rencana kita, rencana kerja juga untuk tahun ini," kata Vera.
Capaian Laba Bersih Kuartal I 2026
Catatan keuangan positif berhasil dibukukan oleh BCA pada awal tahun 2026. Perseroan mengantongi laba bersih konsolidasi senilai Rp 14,7 triliun pada kuartal pertama tahun ini di tengah situasi pasar yang dinamis.
Keseimbangan antara pengelolaan risiko yang ketat serta pertumbuhan kredit menjadi strategi utama di balik pencapaian performa tersebut. Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk Hendra Lembong menjelaskan bahwa peningkatan mobilitas ekonomi masyarakat menjadi pendorong utama pertumbuhan di awal tahun.
Aktivitas belanja dan investasi masyarakat terpantau tetap terjaga dengan baik. Kondisi ini terus bertahan meskipun sektor perbankan nasional masih menghadapi berbagai tantangan dari situasi global.