BCA Naikkan Rasio Dividen Jadi 72 Persen dan Siapkan Pembagian Tiap Kuartal

BCA Naikkan Rasio Dividen Jadi 72 Persen dan Siapkan Pembagian Tiap Kuartal
Foto: Ilustrasi BCA Naikkan Rasio Dividen Jadi 72 Persen dan Siapkan Pembagian Tiap Kuartal.

PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) memperkuat komitmennya bagi para pemegang saham melalui kebijakan dividen terbaru pada tahun 2026. Langkah strategis ini mencakup peningkatan rasio pembayaran dividen serta rencana distribusi dividen interim yang lebih sering.

Dikutip dari Stocksetup, perseroan memutuskan untuk menaikkan dividend payout ratio (DPR) menjadi 72 persen. Kebijakan ini diambil sebagai upaya meningkatkan nilai tambah bagi investor sekaligus menjaga daya tarik saham perbankan di pasar modal.

Keputusan tersebut mengikuti persetujuan penggunaan laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Dari total keuntungan sebesar Rp 57,5 triliun, BCA mengalokasikan dividen tunai mencapai Rp 41,3 triliun atau setara Rp 336 per saham.

Angka DPR sebesar 72 persen ini menunjukkan kenaikan yang signifikan dibandingkan tahun buku 2024 yang tercatat sebesar 67,4 persen. Kenaikan rasio ini menjadi sinyal positif bagi para pemegang saham mengenai stabilitas keuangan perusahaan.

Direktur BCA Vera Eve Lim menjelaskan bahwa peningkatan rasio dividen tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan kepada para investor. Penegasan ini disampaikan dalam paparan kinerja perusahaan yang menyoroti pertumbuhan payout ratio dari tahun ke tahun.

"Baru saja kami membayar dividen, dengan payout ratio tahun ini 72%, meningkat dari tahun lalu 68%," ujar Vera Eve Lim.

Selain menaikkan rasio pembayaran, BCA juga melakukan transformasi dalam pola distribusi dividen. Mulai tahun 2026, pembagian dividen interim direncanakan berlangsung setiap kuartal, berbeda dari pola sebelumnya yang biasanya hanya dilakukan satu kali setahun pada bulan Desember.

Manajemen menjadwalkan pembayaran dividen interim akan dilakukan pada kuartal II, kuartal III, dan kuartal IV tahun 2026. Sementara itu, untuk periode kuartal I akan tetap menjadi bagian dari dividen final yang mekanismenya telah berjalan sebelumnya.

"Mulai tahun ini kami rencanakan pembagian dividen interim dilakukan setiap kuartal," kata Vera.

Kendati rencana sudah disusun, manajemen menekankan bahwa penetapan jadwal serta besaran nilai dividen tetap akan menyesuaikan dengan kondisi bisnis. Kinerja keuangan perusahaan ke depan tetap menjadi pertimbangan utama dalam pengambilan keputusan final.

Strategi ini dipandang sebagai langkah BCA dalam menjaga konsistensi imbal hasil bagi investor. Hal ini juga diharapkan mampu memperkokoh kepercayaan pasar terhadap kinerja jangka panjang bank swasta terbesar di Indonesia tersebut.

Di sisi lain, pergerakan harga saham BBCA pada tahun 2026 menunjukkan tren pelemahan. Pada penutupan perdagangan Kamis, 23 April 2026, harga saham BBCA terkoreksi 25 poin atau 0,39 persen ke level 6.425 dibandingkan hari sebelumnya.

Jika dihitung sejak awal tahun 2026 atau secara year to date (ytd), performa saham BBCA telah mengalami penurunan sebesar 1.600 poin. Angka ini merepresentasikan akumulasi pelemahan harga sebesar 19,94 persen di pasar bursa.

Artikel terkait

Rekomendasi