PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) mengumumkan perolehan laba bersih sebesar Rp14,7 triliun pada kuartal I/2026 yang didorong oleh peningkatan penyaluran kredit. Capaian positif ini disampaikan dalam konferensi pers daring pada Kamis (23/4/2026) seiring dengan tingginya aktivitas ekonomi selama momentum Ramadan.
Pertumbuhan laba tersebut berjalan selaras dengan ekspansi kredit perseroan yang mencapai Rp944 triliun atau naik 5,6 persen secara tahunan. Dilansir dari Finansial, kinerja intermediasi ini ditopang oleh ketersediaan likuiditas yang kuat, di mana dana murah (CASA) tercatat menyentuh angka Rp1.089 triliun dengan pertumbuhan 11,2 persen YoY.
Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menjelaskan bahwa geliat konsumsi masyarakat pada awal tahun menjadi faktor utama pendorong performa bank. Peningkatan transaksi selama hari raya memberikan dampak langsung terhadap permintaan pembiayaan di berbagai segmen bisnis perusahaan.
ÔÇ£Mengawali 2026 kinerja BCA dipengaruhi momentum Ramadan dan juga Idul Fitri yang mendukung kinerja kredit,ÔÇØ kata Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.
Pihak manajemen menyatakan komitmen untuk terus menjaga pertumbuhan yang berkualitas melalui penerapan prinsip kehati-hatian dalam setiap penyaluran kredit. Strategi ini diambil guna memastikan stabilitas keuangan perusahaan tetap terjaga di tengah fluktuasi kondisi pasar internasional.
ÔÇ£Pihaknya optimistis, kinerja BCA tetap solid ke depannya, di tengah kondisi global yang dinamis melalui pengembangan berbagai lini bisnis secara prudent,ÔÇØ ujar Hendra Lembong, Presiden Direktur BCA.
BCA juga melaporkan kualitas aset yang tetap terjaga dengan Rasio Loan at Risk (LAR) berada di level 5,1 persen dan Non-Performing Loan (NPL) pada posisi 1,8 persen. Untuk mengantisipasi risiko, perseroan menyediakan rasio pencadangan LAR sebesar 69,7 persen serta pencadangan NPL mencapai 174,6 persen.
Dari sisi penghimpunan dana, total Dana Pihak Ketiga (DPK) yang dikelola BCA mencapai Rp1.292,4 triliun, meningkat 8,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini diklaim sebagai hasil dari penguatan ekosistem transaksi digital dan pengembangan berbagai kanal perbankan yang semakin terintegrasi.