Baznas Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi

Baznas Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi
Foto: Ilustrasi Baznas Salurkan Santunan Korban Kecelakaan Kereta Api di Bekasi.

Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI menyalurkan bantuan santunan kepada keluarga korban kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, pada Senin (27/4/2026). Penyerahan dana tersebut dilakukan sebagai langkah meringankan beban para ahli waris.

Kecelakaan maut di perlintasan stasiun tersebut dilaporkan telah merenggut nyawa belasan orang. Dilansir dari Kompas, Ketua Baznas Sodik Mudjahid mengonfirmasi bahwa setiap keluarga dari korban yang meninggal dunia akan menerima dana bantuan sebesar Rp3 juta.

"Untuk para korban yang wafat jumlahnya 15 orang, kami memberikan dukungan santunan berupa uang sebesar masing-masing Rp3 juta," ungkap Sodik dalam keterangannya, Rabu (29/4/2026).

Pihak Baznas menegaskan komitmennya untuk memperhatikan kondisi sosial ekonomi keluarga korban yang terdampak langsung oleh peristiwa ini. Selain bantuan tunai, lembaga ini juga menyiapkan skema bantuan lanjutan bagi keluarga dengan kondisi khusus.

"Jika terdapat korban yatim dan kondisi rumah tidak layak, maka kami akan memberikan bantuan secara menyeluruh," ucap Sodik Mudjahid, Ketua Baznas.

Lembaga ini memiliki berbagai unit program bantuan yang telah diaktifkan sejak awal insiden terjadi. Tim darurat dari sektor kesehatan dan logistik dikerahkan ke lokasi untuk membantu penanganan awal para penumpang yang mengalami luka-luka di area stasiun.

"Baznas, sesuai dengan salah satu misi dan tugasnya, memiliki unit tanggap bencana. Tahun ini, kami juga menambah unit, yakni tanggap duafa. Dalam penanganan bencana, begitu peristiwa terjadi, kami secara otomatis mengirimkan berbagai dukungan," jelas Sodik Mudjahid, Ketua Baznas.

Data korban jiwa dalam musibah ini merujuk pada laporan otoritas kedaulatan wilayah pada Selasa siang. Pemutakhiran data terus dilakukan mengingat banyaknya jumlah penumpang yang terlibat dalam kecelakaan rangkaian kereta jarak jauh dan kereta komuter tersebut.

"Update sampai dengan jam satu siang tadi, ada 15 orang yang meninggal dunia," kata AHY di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Selasa, dipantau dari Breaking News KompasTV.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhono (AHY) menyebutkan selain 15 korban tewas, tercatat ada 88 orang lainnya yang menderita luka-luka akibat benturan keras kedua rangkaian kereta api tersebut.

Artikel terkait

Rekomendasi