Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI resmi meluncurkan layanan pembayaran digital untuk kurban dan dam haji guna memperkuat ekonomi kerakyatan pada Senin (11/5/2026). Inovasi yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) ini bertujuan mengoptimalkan distribusi daging bagi masyarakat kurang mampu di tanah air.
Dilansir dari Cahaya, program ini menyasar penguatan gizi bagi warga di pelosok daerah sekaligus memberdayakan para peternak lokal. Ketua Baznas RI Sodik Mudjahid menegaskan bahwa pelaksanaan ibadah ini memiliki manfaat luas jika dikelola di dalam negeri.
ÔÇ£Kalau yang dilihat dari sisi manfaat dan maslahat, maka kurban termasuk dam itu lebih bermanfaat jika dilaksanakan di tanah air,ÔÇØ ujar Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI.
Sodik menjelaskan bahwa akses terhadap protein hewani masih menjadi kendala bagi sebagian besar masyarakat di Indonesia. Menurutnya, distribusi daging kurban menjadi momen langka bagi warga yang jarang mengonsumsi daging dalam keseharian mereka.
ÔÇ£Manfaatnya banyak saudara-saudara kita yang makan daging hanya ketika mendapatkan daging kurban. Jangankan di pedalaman loh, di kota saya Bandung yang kata orang hebat itu, banyak kok yang makan dagingnya hanya ketika mendapatkan daging kurban,ÔÇØ kata Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI.
Pelaksanaan dam haji di tanah air juga dinilai sebagai solusi nyata dalam mengatasi permasalahan stunting dan kekurangan gizi kronis. Sodik menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi akan terakselerasi seiring meningkatnya permintaan hewan ternak di desa-desa.
ÔÇ£Kedua kita lihat banyak data-data kekurangan gizi, berapa banyak data tidak mendapatkan gizi protein daging yang tidak diplomatif. Dan yang ketiga dampak pertumbuhan ekonomi,ÔÇØ tutur Sodik Mudjahid, Ketua Baznas RI.
Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI, M. Afief Mundzir, menyatakan bahwa Indonesia merupakan pasar besar mengingat kuota jemaah haji nasional adalah yang tertinggi di dunia. Hal ini menjadi peluang strategis untuk menarik nilai ekonomi dari pelaksanaan dam.
ÔÇ£Sehingga ini tentu harus kita ambil, kita ambil itu. Kita negara kuat, jemaah terbesar itu dari Indonesia, dan peluang untuk mengambil itu itulah sesungguhnya tantangan besar bagi kita semuanya,ÔÇØ ujar M. Afief Mundzir, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI.
Afief menekankan pentingnya efek timbal balik dari kontribusi jemaah haji terhadap kesejahteraan masyarakat di tanah air. Ia mendorong agar potensi tersebut dikelola untuk mendukung kemandirian ekonomi umat melalui sektor filantropi.
ÔÇ£Apakah iya, penyumbang jemaah terbesar dalam pelaksanaan haji setiap tahunnya kemudian kemanfaatan itu tidak mampu berdampak yang kembali kepada masyarakat kita sendiri yang ada di tanah air? Yang sesungguhnya peluang itu bisa kita lakukan, peluang itu bisa kita ambil,ÔÇØ kata M. Afief Mundzir, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI.
Optimalisasi sektor filantropi Islam diharapkan mampu membangun peradaban ekonomi yang lebih inklusif. Afief menilai kampanye dam lokal ini menjadi penggerak positif bagi kemajuan bangsa melalui pemberdayaan sektor peternakan.
ÔÇ£Maka pada kesempatan sore hari ini di forum yang membahagiakan ini, semoga ini menjadi influencer baik bagi kita, bagi bangsa kita, bagi negara kita, untuk membangun peradaban besar di tengah masyarakat kita melalui sektor filantropi kurban dan dam,ÔÇØ ungkap M. Afief Mundzir, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI.
Afief menyatakan keyakinannya bahwa perputaran dana dari dam haji akan langsung berdampak pada tingkat pendapatan peternak kecil di pelosok desa. Ia optimis langkah ini mampu meningkatkan kesejahteraan mereka secara signifikan.
ÔÇ£Kalau ini bisa kita lakukan, saya yakin seyakin-yakinnya kesejahteraan masyarakat peternak-peternak kambing yang ada di kampung-kampung saya itu bisa terasa, terambil,ÔÇØ kata M. Afief Mundzir, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI.
Kementerian Haji dan Umrah terus menggencarkan kampanye dam di dalam negeri, dengan Kabupaten Demak sebagai salah satu contoh wilayah yang menunjukkan tren positif. Hal ini dibuktikan dengan jumlah jemaah dari daerah tersebut yang memilih menunaikan dam secara lokal.
ÔÇ£Ada 1.675 kalau nggak keliru yang berangkat tahun ini dari Demak. Karena direkturnya dari sana, kami betul-betul getol untuk kampanye dam di tanah air,ÔÇØ ucap M. Afief Mundzir, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI.
Keberhasilan di Demak menjadi bukti adanya perubahan cara pandang masyarakat terhadap pelaksanaan dam. Afief menegaskan bahwa fleksibilitas dalam pandangan keagamaan telah membuka pintu bagi kemaslahatan ekonomi yang lebih besar.
ÔÇ£Tetapi ternyata tahun ini bisa dicek Pak Mukhti, Demak itu ada 831 yang melaksanakan dam di Kabupaten Demak. Ini sekaligus menjadi pembuktian kalau NU sebenarnya sudah sangat longgar,ÔÇØ kata M. Afief Mundzir, Direktur Bina Jemaah Haji Reguler Kementerian Haji dan Umrah RI.
Wakil Direktur Utama BSI Bob Tyasika Ananta mengungkapkan bahwa kemudahan pembayaran difasilitasi melalui aplikasi BYOND by BSI. Digitalisasi ini diharapkan mampu menjangkau ratusan ribu jemaah haji yang mendaftar melalui bank tersebut.
Berdasarkan data BSI, terdapat sekitar 170 ribu jemaah atau 84 persen dari total kuota haji Indonesia tahun 2026 yang dikelola oleh mereka. Potensi nilai transaksi dam melalui platform digital tersebut diprediksi menyentuh angka Rp55,8 miliar yang bersumber dari sekitar 22.500 jemaah.