PT Barito Pacific Tbk. (BRPT) mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 459,90 persen secara tahunan pada kuartal I/2026. Capaian ini dipicu oleh kontribusi operasional Kilang Minyak Aster dan integrasi bisnis hilir di Singapura yang dilakukan melalui anak usahanya.
Sebagaimana dilansir dari Market, perusahaan milik konglomerat Prajogo Pangestu ini meraup pendapatan senilai US$2,57 miliar atau melonjak 232,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Laba bersih perseroan tercatat mencapai US$90,48 juta pada tiga bulan pertama tahun ini.
Peningkatan performa finansial tersebut sejalan dengan tuntasnya akuisisi aset ritel bahan bakar milik ExxonMobil pada Januari 2026. Melalui PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA), grup ini juga mengoperasikan Kilang Minyak Aster yang telah diambil alih sejak April 2025.
Direktur Utama Barito Pacific, Agus Salim Pangestu, memberikan penegasan mengenai faktor utama di balik penguatan margin perusahaan pada Selasa (5/5/2026). Ia menyebut optimalisasi operasi di Singapura menjadi pilar utama pertumbuhan bisnis.
"Kinerja ini terutama didorong oleh margin kilang minyak yang sangat kuat di operasi Singapura, yang ditopang oleh tingginya crack spread regional, optimalisasi bauran produk, serta disiplin dalam pengadaan bahan baku. Pencapaian tersebut lebih dari mampu mengimbangi volatilitas yang masih berlangsung di segmen petrokimia," jelas Agus.
Integrasi vertikal perusahaan semakin kokoh setelah jaringan SPBU bermerek Esso resmi dikonsolidasikan secara penuh. Langkah strategis ini memperkuat posisi perseroan pada sektor hilir migas di pasar regional.
"Kinerja ini terutama didorong oleh margin kilang minyak yang sangat kuat di operasi Singapura, yang ditopang oleh tingginya crack spread regional, optimalisasi bauran produk, serta disiplin dalam pengadaan bahan baku. Pencapaian tersebut lebih dari mampu mengimbangi volatilitas yang masih berlangsung di segmen petrokimia," jelas Agus.
Perseroan memproyeksikan transaksi akuisisi tersebut akan terus memberikan dampak positif terhadap arus kas dan sinergi komersial. Barito Pacific tetap menjaga kewaspadaan dalam memandang prospek pasar energi global hingga akhir tahun 2026.