Badan Bank Tanah menyiapkan lahan seluas 778 hektar di 12 kabupaten untuk pembangunan rumah subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah melalui dukungan Hak Pengelolaan Lahan. Penyediaan lahan untuk program perumahan rakyat ini disampaikan dalam rapat bersama Komisi II DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (18/05/2026).
Lahan perumahan subsidi tersebut tersebar di sejumlah wilayah Indonesia yang mencakup Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi, sebagaimana dilansir dari Kompas. Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah Badan Bank Tanah, Perdananto Aribowo, memaparkan rincian luasan tersebut dalam forum legislatif.
"Untuk mendukung program perumahan MBR, kami juga telah mengekspos seluas 778 hektar yang berada di 12 kabupaten," ujar Perdananto, Deputi Perencanaan Strategis dan Pengadaan Tanah Badan Bank Tanah.
Pihak otoritas memerinci sebaran wilayah tersebut ke dalam beberapa provinsi, termasuk beberapa lokasi reforma agraria di Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, dan Sulawesi Tengah. Pengelolaan lahan ini menjadi bagian dari total Hak Pengelolaan Lahan yang diadministrasikan oleh lembaga tersebut hingga kuartal pertama tahun ini.
"Sementara pada tahun 2025 masih berlanjut, meskipun melambat menjadi 5 persen," ujar Perdananto ketika menjelaskan tren pertumbuhan pengelolaan lahan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Pihak manajemen mencatat bahwa pertumbuhan pengelolaan lahan terbesar terjadi pada tahun 2024 dengan kenaikan mencapai 79 persen. Berdasarkan data kelembagaan hingga 30 April 2026, total Hak Pengelolaan Lahan yang berada di bawah pengelolaan institusi ini telah mencapai kisaran 35.000 hektar.
Target perluasan area kerja juga ditetapkan untuk periode sisa tahun berjalan guna melipatgandakan aset tanah negara yang dikelola. Pada tahun 2026, Badan Bank Tanah membidik penambahan volume pengelolaan lahan baru dengan target seluas 35.000 hektar, sehingga total proyeksi akumulasi tanah yang dikelola ke depan dipatok dapat mencapai angka sekitar 70.000 hektar.
Rincian sebaran wilayah koordinat dan luasan lahan spesifik pada 12 kabupaten disajikan dalam data berikut:
| Provinsi | Kabupaten / Kecamatan | Luas Lahan (Hektar) |
|---|---|---|
| Sumatera Utara | Kabupaten Asahan, Kecamatan Tanjung Balai | 10 |
| Sumatera Utara | Kabupaten Labura, Kecamatan Lima Puluh | 27,27 |
| Kepulauan Riau | Kabupaten Tanjung Pinang, Kecamatan Tanjung Pinang Kota | 3,6 |
| Jawa Barat | Kabupaten Purwakarta, Kecamatan Sukatani | 19 |
| Jawa Barat | Kabupaten Bandung Barat, Kecamatan Cipendeuy | 3,36 |
| Jawa Tengah | Kabupaten Brebes, Kecamatan Songgom | 11,8 |
| Jawa Tengah | Kabupaten Brebes, Kecamatan Kersana | 0,47 |
| Jawa Tengah | Kabupaten Kendal, Kecamatan Limbangan (Situs 1) | 4,26 |
| Jenda Tengah | Kabupaten Kendal, Kecamatan Limbangan (Situs 2) | 2,38 |
| Jawa Tengah | Kabupaten Batang, Kecamatan Limbangan | 31,76 |
| Kalimantan Timur | Kabupaten Penajam Paser Utara, Kecamatan Penajam (Reforma Agraria) | 164,67 |
| Sulawesi Utara | Kabupaten Bolaang Mongondow, Kecamatan Lolak (Reforma Agraria) | 121,98 |
| Sulawesi Tengah | Kabupaten Sigi, Kecamatan Sigi Biromaru (Reforma Agraria) | 160,12 |
| Sulawesi Tengah | Kabupaten Poso, Kecamatan Pamona (Reforma Agraria) | 200 |