Bank Sampoerna Raih Laba Bersih Rp 8,9 Miliar Kuartal I 2026

Bank Sampoerna Raih Laba Bersih Rp 8,9 Miliar Kuartal I 2026
Foto: Ilustrasi Bank Sampoerna Raih Laba Bersih Rp 8,9 Miliar Kuartal I 2026.

PT Bank Sahabat Sampoerna membukukan pertumbuhan laba bersih sebesar 68 persen secara tahunan menjadi Rp 8,9 miliar pada kuartal I 2026. Capaian positif perbankan tersebut dilansir dari Money pada Kamis (21/5/2026).

Peningkatan laba ini melonjak signifikan dibandingkan laba bersih periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 5,3 miliar. Pendorong utama performa keuangan tersebut adalah membaiknya rasio Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) menjadi 96,33 persen dari level 97,26 persen.

Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna, Henky Suryaputra, memaparkan bahwa efisiensi biaya dan disiplin risiko di tengah dinamika industri menjadi kunci penguatan kinerja.

"Pertumbuhan bisnis tetap menjadi fokus Bank Sampoerna dalam menghadapi dinamika industri perbankan. Karena itu, efisiensi operasional dan pengelolaan risiko yang disiplin terus kami jaga untuk memperkuat fundamental bank," ujarnya Henky Suryaputra, Direktur Finance and Business Planning Bank Sampoerna.

Dari sisi intermediasi, total penyaluran kredit tercatat sebesar Rp 11 triliun hingga akhir kuartal I 2026 dengan porsi 59 persen mengalir ke sektor UMKM. Pembiayaan tersebut disokong oleh penghimpunan dana nasabah yang mencapai Rp 15 triliun.

Pertumbuhan dana pihak ketiga ditopang oleh kenaikan dana murah (CASA) sebesar 29,6 persen secara tahunan. Giro perusahaan melonjak menjadi Rp 2,01 triliun dari Rp 1,34 triliun, sementara tabungan naik menjadi Rp 1,43 triliun dibanding tahun lalu sebesar Rp 1,31 triliun. Adapun rasio NPL net berada di level 2,70 persen, CAR sebesar 30,03 persen, dan LDR di angka 73,27 persen.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Sampoerna, Ali Yong, menambahkan bahwa perluasan ekosistem digital perbankan melalui layanan Bank as a Service (BaaS) menjadi strategi utama penopang bisnis setelah memproses lebih dari 495 juta transaksi senilai Rp 98 triliun.

"Pertumbuhan ini menjadi bukti kuat kolaborasi yang erat antara Bank Sampoerna dan lebih dari 50 fintech, perusahaan multifinance, koperasi, dan institusi keuangan lainnya," tutur Ali Yong, Chief Executive Officer (CEO) Bank Sampoerna.

Artikel terkait

Rekomendasi