PT Bank Oke Indonesia Tbk Fokus Perkuat Fondasi Aset

PT Bank Oke Indonesia Tbk Fokus Perkuat Fondasi Aset
Foto: Ilustrasi PT Bank Oke Indonesia Tbk Fokus Perkuat Fondasi Aset.

PT Bank Oke Indonesia Tbk (OK Bank) memfokuskan strategi tahun ini pada penguatan aset, peningkatan profitabilitas, serta penguatan liabilitas dan pendanaan. Langkah tersebut diambil oleh emiten berkode saham DNAR ini sebagai dasar pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Dilansir dari Investor Daily, laporan kinerja keuangan perseroan pada hari Rabu (20/5/2026) menunjukkan lonjakan laba bersih sebesar 220,02% menjadi Rp159,98 miliar. Pendapatan bunga bersih perbankan juga tumbuh mencapai posisi Rp688,88 mIlliar.

Pertumbuhan positif ini mendorong peningkatan rasio Return on Asset (RoA) menjadi 1,70% dan Return on Equity (RoE) ke level 4,35%. Sementara itu, margin bunga bersih (NIM) perseroan tercatat berada pada posisi 5,67%.

Hendra Lie selaku Wakil Direktur Utama OK Bank memaparkan bahwa optimalisasi jaringan strategis dan efisiensi operasional menjadi bagian dari strategi penguatan aset perusahaan. Peningkatan profitabilitas didorong melalui transformasi digital dan pengelolaan risiko secara prudent.

"Fokus pada penyaluran kredit yang berkualitas, diversifikasi produk, dan penerapan manajemen risiko yang prudent menjadi kunci dalam menghasilkan pendapatan yang berkelanjutan," jelas Hendra, Wakil Direktur Utama OK Bank.

Untuk memperkuat struktur dana Pihak Ketiga (DPK), OK Bank meningkatkan layanan produk tabungan dan giro serta mengembangkan program pendanaan jangka menengah. Bank ini juga bertindak sebagai sub-mitra distribusi Surat Berharga Negara (SBN) ritel pemerintah dan memperkuat layanan payroll.

"Seluruh upaya ini diarahkan untuk memperkuat fondasi keuangan dan mendorong pertumbuhan yang stabil dan sehat. Langkah-langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas keuangan sekaligus meningkatkan kinerja Bank secara berkesinambungan," jelas Hendra, Wakil Direktur Utama OK Bank.

Data keuangan tahun 2025 merekam total aset OK Bank tumbuh 13,06% menjadi Rp13,42 triliun secara tahunan. Penghimpunan dana pihak ketiga terkumpul sebesar Rp8,98 triliun atau naik 19,1% (yoy), sedangkan penyaluran kredit meningkat 15,38% menjadi Rp10,73 triliun.

Manajemen menetapkan proyeksi pertumbuhan yang realistis di tengah ketidakpastian kondisi global global saat ini. Perseroan memilih bersikap waspada dan tidak memasang target penyaluran kredit yang terlalu ekspansif untuk rencana kerja ke depan.

"OJK punya target lending sekitar 10%-12%. Kami tidak terlalu agresif, target kami sekitar 9,5%,ÔÇØ ujar Hendra, Wakil Direktur Utama OK Bank.

Tingkat Capital Adequacy Ratio (CAR) atau Kewajiban Penyediaan Modal Minimum perseroan berada di posisi sehat sebesar 42,21%. Struktur permodalan yang kuat ini akan dialokasikan oleh manajemen untuk mendukung kelancaran ekspansi usaha pada periode mendatang.

"Secara keseluruhan, kinerja 2025 memperlihatkan bahwa OK Bank berhasil mencatat pertumbuhan yang sehat dengan peningkatan signifikan pada profitabilitas, ekspansi kredit, serta penguatan basis pendanaan dan aset," kata Hendra, Wakil Direktur Utama OK Bank.

Artikel terkait

Rekomendasi