PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) menetapkan seluruh laba bersih tahun buku 2025 sebagai laba ditahan untuk memperkokoh permodalan dan mendukung ekspansi bisnis pada Rabu (6/5/2026). Keputusan strategis ini disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2026 guna menghadapi persaingan industri bank digital.
Laba bersih perseroan tercatat mencapai Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak tajam dari angka Rp19,88 miliar di tahun sebelumnya. Pengalokasian dana tersebut dilakukan sepenuhnya untuk menjamin pertumbuhan usaha yang berkelanjutan, sebagaimana dilansir dari Finansial.
Direktur Utama Bank Neo Commerce Eri Budiono menjelaskan bahwa hasil positif ini merupakan buah dari penguatan fondasi perusahaan secara berkala.
"Pencapaian kinerja pada tahun 2025 mencerminkan hasil dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat fundamental bisnis," ujar Eri Budiono, Direktur Utama Bank Neo Commerce.
Selain kebijakan keuangan, RUPST menyetujui restrukturisasi manajemen dengan mengangkat Adrian Wibisono Soewardjo dan Indra Aditya Sanjaya sebagai direktur baru. Adrian membawa pengalaman operasional perbankan selama 25 tahun, sedangkan Indra merupakan ahli manajemen risiko dengan jam terbang 15 tahun.
Penambahan personel ini diikuti dengan purnatugas Aditya Wahyu Windarwo dan Ricko Irwanto yang telah menjabat sejak 2021. Pemegang saham juga memutuskan untuk menetapkan kembali Inkawan D. Jusi sebagai Komisaris Utama Independen untuk menjaga efektivitas strategi jangka panjang perusahaan.