PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp44,47 triliun atau setara 79 persen dari total laba bersih tahun buku 2025 dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta pada Rabu, 29 April 2026.
Keputusan tersebut mencatatkan rekor sebagai nilai dividen tertinggi sepanjang sejarah berdirinya bank milik negara ini, didorong oleh pertumbuhan kredit yang mencapai 13,4 persen secara tahunan. Besaran dividen per lembar saham yang diterima adalah Rp476,95, meningkat dari angka tahun sebelumnya sebesar Rp466,18.
Sebagaimana dilansir dari Suara, emiten berkode saham BMRI ini mencatat posisi Dana Pihak Ketiga (DPK) yang menyentuh angka Rp2.106 triliun hingga akhir 2025. Dari total dividen tahun ini, sebesar Rp9,3 triliun telah disalurkan sebagai dividen interim pada Januari lalu, sementara sisanya akan segera dibayarkan pasca-rapat.
Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan, menjelaskan bahwa kinerja keuangan yang solid memungkinkan perseroan memberikan imbal hasil tinggi dengan dividend yield mencapai 10,77 persen pada saat penutupan harga saham di waktu rapat.
"Hal ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh sebagai institusi keuangan nasional berdaya saing global," ujar Riduan, Direktur Utama Bank Mandiri.
Perseroan tercatat membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp15,4 triliun dengan pertumbuhan 16,6 persen secara year on year. Selain alokasi laba, RUPST juga memberikan lampu hijau untuk aksi korporasi pembelian kembali saham atau buyback dengan anggaran maksimal senilai Rp1,17 triliun.
Pelaksanaan buyback saham tersebut direncanakan berlangsung secara bertahap hingga April 2027 mendatang. Di sisi lain, manajemen tetap menjaga kualitas aset dengan mempertahankan rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross pada level 0,98 persen.
Rapat pemegang saham tersebut juga menyetujui perubahan pada jajaran pengurus perseroan. Muhammad Yusuf Ateh diberhentikan dengan hormat dari kursi Komisaris, sementara pemegang saham menunjuk kembali Timothy Utama untuk mengisi jabatan Direktur Operations Bank Mandiri.