Bank Kecil dan Menengah Hadapi Tekanan Rasio Kredit Bermasalah

Bank Kecil dan Menengah Hadapi Tekanan Rasio Kredit Bermasalah
Foto: Ilustrasi Bank Kecil dan Menengah Hadapi Tekanan Rasio Kredit Bermasalah.

Sejumlah bank kecil dan menengah di Indonesia masih mencatat rasio kredit bermasalah atau non performing loan gross di atas ambang batas aman 5 persen pada awal tahun 2026, meskipun rata-rata NPL industri perbankan nasional menunjukkan perbaikan.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan yang dilansir dari Keuangan, rasio NPL gross industri perbankan secara keseluruhan turun menjadi 2,14 persen pada April 2026 dari posisi sebelumnya sebesar 2,17 persen pada periode yang sama tahun lalu.

Meskipun terjadi penurunan secara industri, tekanan kualitas aset yang berat masih dialami oleh beberapa lembaga keuangan secara spesifik.

Daftar Rasio NPL Gross Sejumlah Bank per Maret 2026
Nama BankNPL Gross Maret 2026NPL Gross Periode Sebelumnya
PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank)9,83%9,10%
PT Bank Amar Indonesia Tbk8,41%10,89%
PT Bank of India Indonesia Tbk5,41%7,09%
PT Bank Raya Indonesia Tbk4,81%3,70%
PT Bank Sahabat Sampoerna4,51%4,81%
Bank Banten4,50%7,22%
PT Bank Mayapada Internasional Tbk3,60%3,53%
MNC Bank3,23%4,34%

Manajemen bank yang mencatatkan rasio NPL tinggi memberikan penjelasan terpisah mengenai kondisi portofolio masing-masing perusahaan serta strategi penanganannya.

ÔÇ£Sebagian legacy portfolio menghadapi tekanan usaha akibat dinamika ekonomi. Perseroan tetap menerapkan prinsip kehati-hatian dalam penilaian kualitas aset agar profil risiko tercermin secara konservatif dan transparan,ÔÇØ ujar Kunardy Darma Lie, Presiden Direktur KB Bank pada Selasa (26/5).

Kondisi kualitas aset saat ini mendorong pihak manajemen untuk menerapkan disiplin yang lebih ketat dalam menyalurkan pembiayaan baru.

ÔÇ£Bank tetap melakukan penyaluran kredit secara terukur dengan fokus pada debitur dan sektor yang memiliki fundamental kuat, arus kas sehat, serta sejalan dengan risk appetite perseroan,ÔÇØ katanya Kunardy Darma Lie, Presiden Direktur KB Bank.

Langkah penataan internal terus berjalan melalui program restrukturisasi, penguatan penagihan, hingga pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai sesuai dengan aturan regulator.

ÔÇ£Dari sisi pencadangan, bank juga secara konsisten membentuk CKPN sesuai ketentuan regulator dan prinsip kehati-hatian,ÔÇØ imbuhnya Kunardy Darma Lie, Presiden Direktur KB Bank.

Di sisi lain, perwakilan manajemen bank digital menilai indikator NPL gross kurang representatif untuk mengukur kinerja portofolio tanpa agunan.

ÔÇ£Net NPL menjadi metrik yang lebih representatif karena mempertimbangkan perbedaan risiko antar sektor. Segmen UMKM secara alami memiliki risiko lebih tinggi dibanding korporasi,ÔÇØ ujar David Wirawan, SVP Finance Amar Bank.

Lembaga ini mencatat pertumbuhan penyaluran kredit bruto sebesar 30,62 persen secara tahunan menjadi Rp 4,17 triliun di tengah angka NPL gross yang tinggi.

ÔÇ£Strategi kami menjaga keseimbangan antara pertumbuhan dan kualitas aset, sehingga ekspansi dilakukan secara prudent, berbasis data, dan terukur,ÔÇØ katanya David Wirawan, SVP Finance Amar Bank.

Sementara itu, pimpinan penasihat keuangan bank lain menyebutkan faktor segmentasi nasabah menjadi pemicu fluktuasi angka rasio kredit macet.

ÔÇ£Sebesar 59% portofolio kredit kami dialokasikan ke sektor UMKM yang memang lebih rentan terhadap dinamika ekonomi domestik dan daya beli masyarakat,ÔÇØ ujar Henky Suryaputra, Direktur Finance and Business Planning Bank Sahabat Sampoerna.

Pihak manajemen menyatakan posisi net NPL saat ini sebesar 2,70 persen sehingga kegiatan ekspansi usaha tidak terganggu.

ÔÇ£NPL net Bank Sampoerna masih berada di level aman 2,70%, jauh di bawah batas regulator sebesar 5%,ÔÇØ katanya Henky Suryaputra, Direktur Finance and Business Planning Bank Sahabat Sampoerna.

Pengamat ekonomi eksternal turut memberikan pandangan mengenai fenomena tingginya rasio NPL pada beberapa kelompok bank tersebut.

ÔÇ£Untuk bank turnaround seperti KB Bank and Bank Banten, NPL tinggi sebagian besar merupakan carry over aset bermasalah dari masa lalu,ÔÇØ ujar Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia.

Tingginya pencadangan yang harus dibentuk oleh manajemen bank dinilai dapat membatasi ruang gerak pertumbuhan laba dan modal.

ÔÇ£NPL tinggi membuat fokus manajemen bergeser dari pertumbuhan menjadi penyelamatan aset,ÔÇØ katanya Myrdal Gunarto, Global Market Economist Maybank Indonesia.

Langkah pembersihan portofolio lama disarankan menjadi fokus utama perbankan melalui mekanisme hapus buku selektif dan penyeimbangan ulang segmen kredit.

Artikel terkait

Rekomendasi