PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim membukukan laba bersih senilai Rp 1,54 triliun sepanjang tahun 2025. Capaian pertumbuhan sebesar 20,65 persen dari tahun sebelumnya tersebut disampaikan dalam Pemaparan Publik Kinerja Keuangan Bank Jatim Tahun 2025 di Jakarta pada Senin (30/3/2026).
Dilansir dari Investortrust, Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan bahwa nilai aset bank saja per 2025 mencapai Rp 105,8 triliun atau tumbuh 3,70 persen secara year on year (YoY). Kenaikan aset ditopang oleh penyaluran kredit yang tumbuh 4,98 persen YoY menjadi Rp 67,24 triliun, pengelolaan bisnis treasury, serta dana pihak ketiga yang naik 1,43 persen YoY.
Penyaluran kredit Bank Jatim ditopang oleh kredit konsumer sebesar Rp 36,54 triliun dan kredit produktif senilai Rp 30,7 triliun. Secara konsolidasi, aset perseroan melesat 42,93 persen YoY menjadi Rp 168,855 triliun, dengan penyaluran pinjaman mencapai Rp 110,503 triliun dan laba bersih konsolidasi melonjak hingga Rp 1,617 triliun.
Untuk menjaga kualitas aset, manajemen Bank Jatim menerapkan mekanisme hapus buku sebesar Rp 1,03 triliun dengan tingkat pengembalian mencapai 18,6 persen atau setara Rp 192 miliar, di samping restrukturisasi kredit untuk menyelamatkan debitur bermasalah.
"Adapun total kredit yang telah direstrukturisasi oleh Bank Jatim sebesar Rp 4.17 triliun," kata Winardi.
Manajemen juga intensif melakukan penagihan ekstracomptable lewat pemberian keringanan bunga dan denda guna memicu pelunasan utang serta percepatan penyelesaian kredit melalui fleksibilitas penebusan agunan.
"Dan tentu saja kami rutin monitoring dan controlling secara berkala, yakni mingguan, dua mingguan dan bulanan, kinerja penanganan kredit bermasalah yang dipimpin oleh direksi," jelas Winardi.
Pertumbuhan kinerja operasional ini turut didukung oleh performa layanan digital JConnect Mobile yang mencatat 993.972 pengguna dengan nilai transaksi Rp 65,77 triliun. Layanan JConnect IB Corporate menggalang transaksi Rp 23,36 triliun, sementara QRIS Bank Jatim membukukan nilai transaksi Rp 3,94 triliun melalui dukungan jaringan fisik dan optimalisasi agen referral.
"Selain utilitas transaksi perbankan, AGEN JATIM juga memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan penyaluran kredit utamanya melalui metode referral dengan total agen sebanyak 14,842 agen," pungkas Winardi.