Bank Jakarta mencatat telah mengelola lebih dari 2,4 juta rekening pelajar hingga April 2026. Penghimpunan dana dari rekening tersebut sukses menyentuh angka Rp 1,81 triliun.
Total simpanan tersebut berasal dari beberapa produk perbankan, seperti Tabungan Pelajar, SimPEL, dan KJP Plus. Capaian ini menjadi bagian dari strategi memperluas inklusi serta literasi keuangan melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) DKI Jakarta, seperti dikutip dari siaran pers Money, Rabu (20/5/2026).
Program KEJAR 2026 dilaksanakan melalui kolaborasi bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan sepak mula atau kick off program ini telah berlangsung pada Selasa (19/5/2026) dan menuai respons positif dari para siswa di SMAN 28 Jakarta.
Sebagai institusi perbankan yang dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Jakarta mengemban tugas menyalurkan bantuan sosial bidang pendidikan. Penyaluran dana seperti KJP Plus dan KJMU dilakukan secara langsung lewat rekening pelajar tersebut.
Zahwa Azalea Reza, seorang siswi kelas XI SMAN 28 Jakarta, menyatakan bahwa program KEJAR DKI Jakarta memberikan wawasan baru terkait manajemen keuangan sejak dini.
"Program ini sangat bagus karena membuat kami lebih memahami pentingnya menabung dan mengatur uang sejak sekarang. Jadi, kami bisa belajar lebih disiplin dalam menggunakan uang," ujar Zahwa.
Menurut Zahwa, edukasi ini membuka mata para siswa bahwa aktivitas perbankan tidak sekadar menitipkan uang. Pelajar juga dapat mengenal sekaligus memanfaatkan beragam fasilitas layanan finansial yang tersedia.
"Ya pastinya selama ini aku tahunya menabung itu hanya menyimpan uang di bank. Ternyata lebih dari itu. Banyak program-program yang diberikan oleh bank kepada para nasabah. Termasuk saya yang masih berstatus pelajar," kata Zahwa.
Siswa kelas XI SMAN 28 Jakarta lainnya, Musthafa Ahmad Hermana, turut memandang program KEJAR DKI Jakarta sebagai media edukasi keuangan yang sangat berharga bagi generasi muda.
"Menurut saya kegiatan ini sangat bermanfaat untuk pelajar karena mengajarkan cara mengelola uang dengan baik dan pentingnya memiliki tabungan untuk masa depan," ujar Musthafa.
Musthafa mengapresiasi langkah nyata Bank Jakarta dan OJK yang bersedia membawa materi edukasi keuangan langsung ke lingkungan sekolah. Upaya ini dinilai mempermudah siswa dalam memahami operasional dunia perbankan secara lebih dekat.
Program KEJAR DKI Jakarta secara umum dirancang untuk membangun kebiasaan menabung sekaligus memperkuat pemahaman finansial remaja di ibu kota. Agenda ini berjalan lewat sinergi antara pemerintah daerah, sektor perbankan, dan regulator keuangan.
Atas konsistensi tersebut, Bank Jakarta sebelumnya telah dianugerahi penghargaan pada 2025 sebagai bank implementasi KEJAR terbaik untuk kategori Bank Pembangunan Daerah.