Bank Jago Catat Laba Bersih Rp276 Miliar Sepanjang 2025

Bank Jago Catat Laba Bersih Rp276 Miliar Sepanjang 2025
Foto: Ilustrasi Bank Jago Catat Laba Bersih Rp276 Miliar Sepanjang 2025.

PT Bank Jago Tbk membukukan laba bersih setelah pajak sebesar Rp276 miliar sepanjang tahun 2025 berkat konsistensi pertumbuhan berkualitas pada jumlah nasabah, dana pihak ketiga, dan penyaluran kredit.

Pencapaian tersebut menunjukkan lonjakan sebesar 115 persen dibandingkan perolehan tahun sebelumnya yang bernilai Rp129 miliar, sebagaimana dilansir dari Investortrust.

Selain peningkatan laba, total aset emiten berkode ARTO ini juga terangkat 28 persen hingga mencapai Rp36,5 triliun dari posisi sebelumnya sebesar Rp28,5 triliun pada 2024.

Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, manajemen melaporkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) sukses menyentuh Rp25,9 triliun atau tumbuh 38 persen dari Rp18,8 triliun pada tahun lalu.

Penyaluran kredit perbankan berbasis teknologi ini turut mengalami peningkatan sebesar 38 persen menjadi Rp24,3 triliun dari posisi sebelumnya yang sebesar Rp17,7 triliun.

Pertumbuhan operasional ini sejalan dengan basis pelanggan yang meluas, di mana total nasabah Bank Jago menyentuh angka 18,2 juta orang termasuk 14,2 juta pengguna Aplikasi Jago.

Menanggapi pencapaian performa keuangan tersebut, jajaran direksi menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah mendukung ekosistem digital perseroan.

"Kami mengapresiasi seluruh nasabah, mitra, dan stakeholders Bank Jago lainnya atas kepercayaan dan kolaborasi selama ini. Pencapaian 2025 terus memotivasi kami untuk berinovasi dan berkolaborasi dalam menyediakan produk dan layanan keuangan yang dapat meningkatkan kehidupan jutaan nasabah di Indonesia,ÔÇØ ujar Direktur Utama Bank Jago Arief Harris.

Agenda RUPST kemudian dilanjutkan dengan menyetujui perombakan struktural melalui pengangkatan Nicholas Tan sebagai Direktur Perseroan untuk masa jabatan periode 2026-2029.

Nicholas Tan yang sebelumnya menjabat sebagai Head of Retail Banking Business sejak Januari 2025 akan resmi bertugas setelah mendapatkan persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

"Nicholas akan berperan lebih besar untuk menumbuhkan bisnis ritel Bank Jago ke fase pertumbuhan berikutnya. Kami percaya kehadiran Nicholas dapat memperkuat kepemimpinan Bank Jago di industri perbankan digital nasional," tutur Arief.

Artikel terkait

Rekomendasi