Bank Indonesia memangkas batas bulanan pembelian dolar AS tanpa dokumen dari 100.000 dolar AS menjadi 50.000 dolar AS per orang pada Selasa guna menahan tekanan spekulatif setelah nilai tukar rupiah merosot ke posisi Rp17.408 per dolar AS.
Langkah pengetatan ketersediaan valuta asing ini menjadi poin utama dari tujuh strategi stabilitas darurat yang telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas di Istana Merdeka, sebagaimana dilansir dari Investortrust.
Kebijakan agresif tersebut diambil untuk melepaskan keterikatan mata uang domestik dari lonjakan dolar AS dan tingginya imbal hasil Treasury, sekaligus melindungi pertumbuhan PDB Indonesia yang kuat di angka 5,61% dari dampak inflasi impor.
"The limit, which was previously $100,000 per person per month, we have lowered to $50,000 per person per month," ujar Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.
Gubernur Bank Indonesia menegaskan bahwa kondisi fundamental ekonomi nasional saat ini tetap kokoh yang dicerminkan oleh inflasi rendah di angka 2,42% serta pertumbuhan kredit yang melonjak hingga 9,49%.
"Our fundamentals are strong. Growth is very high, inflation is low, and foreign exchange reserves are robust at $148.2 billion. This shows the Rupiah should be stable and tending to strengthen," kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.
Guna mengatasi kesenjangan nilai tukar, Bank Indonesia mengalokasikan cadangan devisa sebesar 148,2 miliar dolar AS untuk intervensi pasar spot serta membeli Surat Berharga Negara di pasar sekunder senilai Rp123,1 triliun.
"We are sending supervisors there in coordination with Frederika Widyasari, Chairperson of the OJK (the countryÔÇÖs financial services authority), to ensure financial system stability is maintained," kata Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia.
Di sisi lain, tekanan terhadap rupiah juga dipicu oleh tingginya permintaan musiman pada kuartal kedua saat korporasi melakukan repatriasi dividen dan masyarakat bersiap menghadapi musim haji.
"We will continue to monitor this demand, especially as Hajj season increases the need for foreign exchange," kata Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian.
Pemerintah kini menyiapkan perjanjian kerja sama cross-currency swap dengan China, Jepang, dan Korea Selatan untuk mendiversifikasi denominasi utang serta menurunkan pengawas ke bank komersial dan korporasi besar pembeli dolar.