Layanan Bank Emas PT Pegadaian mencatatkan kinerja positif dengan total kelolaan komoditas emas mencapai 40,51 ton hingga Februari 2026. Seperti diberitakan oleh Investortrust, pencapaian tersebut diraih dalam kurun waktu satu tahun sejak peluncuran resminya.
Selain total kelolaan yang besar, outstanding untuk produk Cicil Emas di perusahaan pembiayaan pelat merah ini juga menunjukkan angka yang signifikan, yaitu menyentuh 7,37 ton. Transformasi ini memperkuat posisi lembaga tersebut sebagai ekosistem emas nasional.
Transformasi menjadi pelopor Layanan Bank Emas atau Bullion Bank pertama di Indonesia ini diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 26 Februari 2025 di Pegadaian Tower Jakarta. Langkah strategis ini bertujuan mengoptimalkan potensi komoditas emas untuk meningkatkan inklusivitas keuangan masyarakat.
Dalam operasionalnya, institusi ini menjalankan tiga fungsi utama, yaitu sebagai penyedia emas fisik berkadar kemurnian tinggi, jasa penitipan emas dengan proteksi asuransi berlapis standar internasional, serta penyedia fasilitas pembiayaan yang efisien.
Dasar hukum operasional layanan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) serta POJK Nomor 17 Tahun 2024. Melalui regulasi tersebut, korporasi menyediakan opsi Deposito Emas, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga Jasa Titipan Emas Korporasi.
Respons pasar terhadap layanan berbasis komoditas ini terhitung tinggi sejak awal diluncurkan. Pada 26 Maret 2025 atau sebulan setelah peresmian, volume produk Deposito Emas langsung menyentuh angka 800 kilogram sebelum akhirnya terus berakumulasi hingga awal tahun ini.
"Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat atas antusiasme-nya terhadap produk dan layanan emas di Pegadaian. Hingga Februari 2026, transaksi dan kelolaan Bank Emas Pegadaian mencapai lebih dari 40,51 ton, terdiri dari produk Tabungan Emas, Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, dan juga Perdagangan Emas. Sementara itu Outstanding Cicil Emas juga menunjukkan angka yang luar biasa yaitu mencapai 7,37 Ton," ujar Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti.
Ekspansi ke sektor digital juga diperkuat melalui peluncuran aplikasi Tring! by Pegadaian pada 10 Oktober 2025. Platform digital ini dihadirkan guna mempermudah akses investasi bagi kelompok generasi muda secara cepat dan aman.
Pada skala global, korporasi memperkuat posisinya dengan menggelar forum Bullion Connect 2025 bersama World Gold Council pada 12 November 2025. Forum tersebut berfungsi menyelaraskan ekosistem industri dari sektor pertambangan hingga ke pasar konsumen.
Inovasi lanjutan yang tengah dipersiapkan saat ini adalah peluncuran Exchange Traded Fund (ETF) Emas. Melalui produk investasi ini, perdagangan emas dapat dijalankan secara real-time di bursa saham lewat kerja sama dengan manajer investasi dan bank kustodian.
"Kehadiran ETF Emas diharapkan dapat meningkatkan literasi serta inklusi keuangan dengan menyediakan produk berbasis komoditas yang mudah dijangkau, serta dapat menarik minat masyarakat untuk memulai investasi sejak dini dengan cara yang mudah, cepat dan aman. Investor tidak hanya dapat memantau harga real-time selama jam bursa, tetapi juga memperoleh spread yang lebih kompetitif, kemudahan transaksi digital, serta pengelolaan profesional oleh Manajer Investasi dan Bank Kustodian," tutur Selfie Dewiyanti.
Legitimasi operasional institusi ini semakin kuat setelah Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) menerbitkan Fatwa Nomor 166/DSN-MUI/II/2026 pada 11 Februari 2026. Fatwa tersebut mengatur tentang Kegiatan Usaha Bulion Berdasarkan Prinsip Syariah.