PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) tengah mempersiapkan langkah strategis untuk memperluas ekspansi ke sektor bisnis pay later. Langkah ini berjalan beriringan dengan proses transformasi perusahaan guna memperkuat kapabilitas digital pada lini perbankan konvensional.
Seperti dilansir dari Investortrust, rencana untuk merambah pasar pay later tersebut sudah masuk ke dalam agenda rencana bisnis perseroan. Meski demikian, jajaran manajemen saat ini masih melakukan kajian mendalam terkait skema serta model penyaluran yang paling tepat.
Wakil Direktur Utama Danamon Honggo Widjojo Kangmasto menjelaskan bahwa integrasi layanan digital menjadi komitmen utama perusahaan. Bisnis pay later dinilai menjadi bagian penting dalam rencana strategis jangka panjang.
Pihak manajemen memandang layanan pay later pada dasarnya memiliki karakteristik yang sama dengan kredit konsumsi. Oleh karena itu, diperlukan perancangan formula yang matang, terutama pada sektor mitigasi risiko dan jalur distribusi produk.
Terdapat beberapa opsi opsi jalur penyaluran yang kini sedang dipertimbangkan oleh Danamon. Salah satu opsinya adalah mengoptimalkan ekosistem internal melalui anak usaha grup, yaitu Home Credit Indonesia.
Selain mengandalkan ekosistem internal, Danamon juga menjajaki peluang kolaborasi dengan jaringan investasi MUFG Group. Jaringan keuangan global tersebut diketahui memiliki eksposur pendanaan pada sejumlah perusahaan startup di Indonesia.
Belum Ada Keputusan Final
Hingga saat ini, perseroan menegaskan belum mengambil keputusan final mengenai skema kemitraan yang akan diterapkan. Proses evaluasi kelayakan pasar serta analisis profil risiko kredit konsumsi masih terus berjalan.
Pernyataan resmi mengenai rencana ekspansi ini disampaikan oleh manajemen dalam Konferensi Pers Virtual Paparan Kinerja Full Year 2025 Danamon yang berlangsung pada Kamis (19/2/2026).
"Tujuan atau misi dari Bank Danamon ini akan menjadi bank konvensional dengan digital capabilities. Tentunya bisnis pay later selalu ada dalam business plan kami," ujarnya.
"Apakah kita akan salurkan melalui grup kami, yaitu Home Credit Indonesia. Apakah akan kita salurkan bekerja sama berkolaborasi dengan investment dari MUFG Group yang ada di beberapa startup company di Indonesia," kata Honggo.
"Jadi jawabannya secara ringkas, minat selalu ada. Tapi hingga saat ini kami masih mengkaji kelayakan dari bisnis pay later ini," ucap Honggo.