Akses lalu lintas di Jalan Raya Pisangan, Desa Satriajaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi terhambat akibat rendaman banjir setinggi 70 sentimeter pada Kamis (23/4/2026). Genangan air sepanjang 200 meter tersebut menyebabkan sejumlah kendaraan roda dua mengalami mati mesin saat mencoba melintas.
Luapan air mulai membanjiri badan jalan sejak pukul 06.00 WIB sebagaimana dilansir dari Megapolitan. Kondisi ini memaksa sebagian pengendara motor memutar arah untuk mencari jalur alternatif, sementara pengemudi mobil tetap melintas dengan kecepatan rendah di tengah kedalaman air yang tidak merata.
Andi, seorang pedagang pasar yang menjadi korban banjir, menjelaskan bahwa dirinya tidak menyangka kedalaman air akan mematikan mesin motornya. Ia memilih menerobos karena lokasi rumahnya yang sudah dekat dari titik genangan tersebut.
"Saya baru pulang dagang dari pasar. Enggak tahu kalau jalan sini banjir. Kirain enggak dalam, jadi pilih nerobos aja. Eh motor saya malah mogok," ungkap Andi, pengendara motor.
Pria berusia 50 tahun ini menambahkan bahwa kawasan tersebut memang menjadi langganan banjir akibat faktor kiriman air dari wilayah hulu. Masalah pendangkalan sungai juga dinilai memperburuk keadaan saat debit air meningkat.
"Kalau kalinya dapat kiriman, sudah pasti banjir. Apalagi sungainya sudah dangkal," kata Andi.
Pengendara lain bernama Jali juga mengalami kendala serupa setelah nekat melintasi jalur yang terendam. Ia mengaku tidak memiliki pilihan lain karena sudah terlanjur berada di jalur tersebut dan enggan berputar arah karena jarak yang jauh.
"Karena sudah terlanjur lewat sini, jadi ya nerobos saja. Kalau muter kejauhan. Ternyata di tengahnya dalam juga, jadi mogok," ujar Jali, pengendara motor.
Jali menyoroti infrastruktur jalan yang rendah sebagai salah satu penyebab air mudah menggenang di lokasi tersebut. Ia berharap adanya perbaikan berupa peninggian badan jalan agar aktivitas masyarakat tidak terus terganggu setiap kali air sungai meluap.
"Kalau bisa mah jalannya ditinggikan. Soalnya banjirnya sudah sering di sini. Kasihan orang yang mau beraktivitas," ujarnya.
Hingga Kamis siang, sejumlah warga setempat masih bersiaga di lokasi untuk membantu mengevakuasi pengendara motor yang terjebak di tengah banjir. Berdasarkan pola yang sering terjadi, genangan di Jalan Raya Pisangan diperkirakan baru akan surut total dalam waktu lima jam sejak air mulai naik.