Bakrie Capital Borong Saham BIPI Senilai Rp 38 Miliar

Bakrie Capital Borong Saham BIPI Senilai Rp 38 Miliar
Foto: Ilustrasi Bakrie Capital Borong Saham BIPI Senilai Rp 38 Miliar.

Grup Bakrie melalui PT Bakrie Capital Indonesia kembali memperbesar porsi kepemilikan saham di PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk (BIPI) melalui transaksi pembelian senilai Rp 38,3 miliar pada Senin (25/5/2026).

Aksi korporasi ini menambah rentetan investasi Grup Bakrie setelah sebelumnya menyuntikkan dana besar pada perusahaan infrastruktur energi tersebut. Dilansir dari Investor Daily, Bakrie Capital kali ini menyerok sebanyak 212,86 juta lembar saham BIPI dengan tingkat harga Rp 180 per saham.

Langkah penambahan modal tersebut secara resmi telah disampaikan kepada pihak otoritas pengawas pasar modal untuk mempertegas struktur kepemilikan baru.

"Tanggal transaksi pada 25 Mei 2026, tujuan untuk investasi," ungkap manajemen Bakrie Capital dalam laporannya kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), yang dikutip pada Senin (25/5/2026).

Melalui transaksi teranyar ini, porsi kepemilikan langsung PT Bakrie Capital Indonesia di dalam BIPI mengalami peningkatan sebesar 0,33 persen. Struktur saham mereka kini terdongkrak menjadi 7,06 persen dari yang sebelumnya berada di angka 6,73 persen.

Sebelum keputusan ini diambil, perusahaan telah melakukan aksi beli sebanyak 464,5 juta saham BIPI atau setara 0,73 persen dengan harga rata-rata Rp 250 per saham senilai Rp 116,1 miliar. Bakrie Capital pertama kali masuk ke BIPI dengan membeli 6 persen saham pada harga Rp 248 per saham senilai Rp 948 miliar pada 24 Februari 2026, sehingga total investasi kini menembus lebih dari Rp 1 triliun.

Di sisi lain, PT Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk tengah menyiapkan langkah strategis berupa divestasi penuh pada anak usahanya, PT Sintesa Bara Gemilang Tbk (SBG), yang mengelola tambang batu bara di Kalimantan. BIPI berencana melepas 99,9 persen kepemilikan saham SBG kepada PT Indo Panca Borneo (IPB) senilai Rp 1,79 triliun untuk memperkuat modal dan menurunkan risiko keuangan.

Kedua belah pihak telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat pada 21 Mei 2026 dan menargetkan proses tersebut rampung pada akhir tahun ini.

"Perseroan meyakini bahwa pelaksanaan rencana transaksi akan memberikan dampak positif terhadap keuangan perseroan dan mendukung pengembangan usaha perseroan ke depan," jelas manajemen BIPI dalam keterangannya.

Rencana pelepasan seluruh saham anak usaha di sektor komoditas tersebut selanjutnya akan dibawa ke dalam forum Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BIPI yang dijadwalkan berlangsung pada 30 Juni 2026.

Artikel terkait

Rekomendasi