Konsultan neurologi di Fortis Hospital Nagarbhavi, Dr. B Pradeep Kumar, memperingatkan risiko kerusakan postur tubuh dan gangguan kesuburan akibat kebiasaan meletakkan laptop di atas perut pada Senin (20/4/2026). Praktik yang sering dilakukan saat bersantai ini dapat memicu nyeri otot hingga cedera saraf dalam jangka panjang.
Penggunaan perangkat elektronik secara langsung di atas tubuh mengharuskan leher menunduk dan tulang belakang melengkung secara tidak alami. Dilansir dari Lifestyle, kondisi tersebut menyebabkan ketegangan pada sendi yang berujung pada rasa pegal kronis pada area bahu serta punggung.
"Penggunaan laptop di perut dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan berpotensi merusak postur tubuh, otot, serta keselarasan tulang belakang dalam jangka panjang," jelas Kumar.
Dampak buruk ini diperkuat oleh data The Journal of Pakistan Medical Association yang mencatat adanya peningkatan risiko nyeri kronis akibat postur buruk. Kumar menambahkan bahwa posisi membungkuk saat mengoperasikan perangkat menjadi pemicu utama tekanan pada jaringan lunak tubuh.
"Ketika menggunakan laptop di perut, leher sering kali membungkuk ke depan dan tulang belakang melengkung, sehingga memicu postur tubuh yang buruk dan ketegangan pada otot serta sendi," kata Kumar.
Selain masalah ortopedi, paparan panas dari mesin laptop berisiko menyebabkan iritasi kulit hingga luka bakar ringan. Kontak fisik yang berulang dengan suhu tinggi membuat kulit menjadi lebih sensitif, meskipun dampak radiasi elektromagnetik pada kesehatan umum hingga kini belum memiliki bukti kuat.
Masalah serius lainnya berkaitan dengan kesehatan reproduksi laki-laki karena kenaikan suhu di area sekitar organ vital. Penelitian Journal of Biomedical Physics and Engineering tahun 2016 mengonfirmasi bahwa penggunaan laptop selama satu jam di pangkuan atau perut dapat meningkatkan suhu skrotum secara signifikan.
"Ambil jeda secara teratur untuk meregangkan tubuh dan bergerak, serta pertimbangkan menggunakan meja berdiri atau kursi ergonomis," saran Kumar.
Untuk meminimalkan dampak kesehatan, penggunaan alas khusus atau meja kecil sangat disarankan guna menghindari kontak langsung antara kulit dan laptop. Pengaturan posisi layar agar sejajar dengan mata serta penggunaan perangkat input eksternal menjadi langkah pencegahan yang efektif untuk menjaga keselarasan tulang belakang.