BPOM Soroti Bahaya Kalori Cair Terhadap Lonjakan Penderita Diabetes

BPOM Soroti Bahaya Kalori Cair Terhadap Lonjakan Penderita Diabetes
Foto: Ilustrasi BPOM Soroti Bahaya Kalori Cair Terhadap Lonjakan Penderita Diabetes.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menyoroti tingginya prevalensi diabetes di Indonesia yang mencapai hampir 11 persen dari total penduduk pada Kamis (16/4/2026). Fenomena asupan kalori cair atau liquid calories dari minuman manis menjadi salah satu faktor risiko utama yang sering diabaikan masyarakat.

Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan sekitar 31 juta penduduk Indonesia berada dalam kondisi pre-diabetik maupun diabetik. Liquid calories yang berasal dari kopi susu, jus buah, hingga minuman bersoda dianggap berbahaya karena tidak memberikan sinyal kenyang pada tubuh meski mengandung kadar gula yang sangat tinggi.

Dilansir dari Detik Health, konsumsi minuman manis kemasan dapat mengandung 20 hingga 35 gram gula per botol. Angka tersebut hampir melampaui batas anjuran harian gula bebas yang ditetapkan sebesar 5 persen dari total kebutuhan energi harian manusia.

Kepala BPOM Taruna Ikrar menegaskan urgensi penanganan masalah ini melalui pelabelan Nutri Level pada produk pangan siap saji. Langkah ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat mengenai kandungan gula, garam, dan lemak dalam asupan harian mereka guna menekan angka kesakitan.

"Dan hampir 11 persen penduduk kita menderita diabetes. Data dari Kementerian Kesehatan sekitar 31 juta penduduk kita ada yang pre-diabetik, ada yang sudah diabetik, bahkan ada yang diabetes tipe 1, yang sudah harus suntik insulin," kata Ikrar, dikutip dari detikHealth, Kamis (16/4/2026).

Penjelasan lebih lanjut mengenai risiko kesehatan juga datang dari tinjauan keamanan pangan terkait karakteristik kalori cair. Bentuknya yang cair menyebabkan glukosa diserap lebih cepat ke aliran darah karena minimnya kandungan serat, yang kemudian memicu lonjakan gula darah secara mendadak.

Beberapa sumber kalori cair yang populer di kalangan generasi muda meliputi kopi susu kekinian dengan kadar gula 20-30 gram per gelas serta minuman bersoda yang mengandung hingga 40 gram gula per kaleng. Jus buah dan minuman isotonik juga menyumbang asupan gula signifikan jika dikonsumsi secara berlebihan tanpa aktivitas fisik.

Sebagai langkah pencegahan, masyarakat diimbau untuk lebih mengutamakan konsumsi air putih, teh tanpa gula, atau infused water. Pengawasan terhadap frekuensi dan porsi minuman manis melalui pembacaan label Nutri Level diharapkan mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan masyarakat Indonesia.

Artikel terkait

Rekomendasi