Olahan ubi cream cheese yang dimasak dengan cara dipanggang atau dibakar tengah menjadi tren yang ramai dibicarakan di media sosial. Aroma smoky serta lapisan gosong kecoklatan pada bagian atasnya dinilai memberikan cita rasa yang lebih lezat bagi para penikmatnya.
Kudapan kekinian ini bahkan memicu antrean panjang di berbagai supermarket. Hidangan penutup berbahan dasar ubi tersebut sering kali dianggap sebagai alternatif cemilan yang lebih sehat apabila dibandingkan dengan dessert lain yang berbahan baku tepung.
Meskipun dinilai relatif aman untuk mendukung program diet, para ahli kesehatan memberikan peringatan penting. Masyarakat diimbau untuk mengonsumsi ubi bakar secara bijak dan menghindari bagian yang terlalu hangus atau menghitam, seperti dilansir dari Detik Health.
Dokter spesialis gizi klinik, dr Tjandraningrum, SpGK menjelaskan bahwa metode pengolahan ubi pada dasarnya sangat bervariasi. Proses memasak ini cenderung aman bagi tubuh asalkan tidak melibatkan bahan penambah kalori yang berlebihan.
"Untuk cara masak, yang penting tidak menambahkan kalori lebih banyak seperti digoreng. Sebenarnya aman sih seperti di oven, dikukus, atau di atas arang," ujarnya saat dihubungi detikcom, Kamis (14/5/2026).
Kendati demikian, dr Tjandraningrum, SpGK menegaskan bahwa aspek pemanasan langsung pada permukaan ubi harus tetap dikontrol dengan cermat. Langkah ini diperlukan agar kulit luar makanan tidak sampai berubah menjadi gosong.
"Kalau di atas arang, dibakar jangan sampai gosong. Karena yang hitam-hitam ini yang dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker. Karena di dalamnya, kalau sampai ubi ini agak sedikit gosong dan kita makan, ini mengandung akrilamid yang cukup tinggi," katanya.
Masyarakat kini diharapkan lebih waspada dalam mengontrol tingkat kematangan saat mengolah ubi jalar. Keinginan untuk mendapatkan tekstur karamel yang manis serta aroma smoky yang khas pada camilan viral ini sebaiknya tidak mengorbankan faktor keamanan pangan.