Pemerintah Bahas Stimulus Insentif Kendaraan Listrik Sektor Manufaktur

Pemerintah Bahas Stimulus Insentif Kendaraan Listrik Sektor Manufaktur
Foto: Ilustrasi Pemerintah Bahas Stimulus Insentif Kendaraan Listrik Sektor Manufaktur.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melakukan pertemuan strategis dengan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk membahas penguatan sektor manufaktur di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Selasa (5/5/2026). Dilansir dari Detik Finance, koordinasi ini bertujuan merumuskan solusi atas berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.

Fokus utama pembicaraan kedua menteri tersebut adalah pemberian stimulus dan insentif bagi industri dalam negeri. Pemerintah berupaya meningkatkan kontribusi manufaktur terhadap pertumbuhan ekonomi nasional melalui kebijakan fiskal yang lebih tepat sasaran bagi para pengusaha.

"Kami berdua, Kementerian Keuangan dan Kementerian Perindustrian duduk, kita bedah berbagai macam kendala yang mungkin dihadapi di lapangan oleh pelaku usaha industri. Nah itu kemudian mencarikan jalan keluarnya," kata Agus saat ditemui wartawan di usai bertemu Purbaya, Selasa (5/5/2026).

Pemerintah tengah meninjau ulang berbagai kebijakan yang dapat menopang akselerasi pertumbuhan ekonomi. Salah satu poin krusial yang dibedah adalah kelanjutan insentif untuk mobil dan motor listrik yang masa berlakunya telah berakhir pada Desember 2025.

"Jadi kita tadi intinya memang membahas apa saja policy-policy, langkah-langkah yang perlu kita ambil, pemerintah ambil baik itu sebagai stimulus maupun sebagai insentif agar pertumbuhan manufaktur yang akan menopang pertumbuhan ekonomi itu bisa berjalan lebih baik dan lebih cepat," ujar Agus.

Kementerian Perindustrian memposisikan diri sebagai pihak yang mengusulkan stimulus tersebut kepada Kementerian Keuangan. Meskipun relevansi insentif dinilai semakin tinggi, keputusan akhir mengenai pemberian bantuan fiskal untuk kendaraan listrik masih dalam tahap pembahasan.

"Kita sudah bicara salah satunya juga bicara soal insentif sebagai stimulus. Kalau memang pemerintah memberikan insentif untuk motor atau mobil listrik, ini semakin relevan," ucap Agus.

Agus menekankan bahwa orientasi kebijakan kendaraan listrik kini bergeser dari sekadar pengurangan emisi menjadi upaya strategis menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM). Langkah ini diharapkan dapat berdampak langsung pada pengurangan beban subsidi energi negara.

"Kalau ketika dulu sebelum ada pelajaran yang harus kita ambil, kita men-introduce kebijakan-kebijakan yang lebih kepada penggunaan kendaraan listrik itu untuk dalam rangka pengurangan emisi, sekarang ada yang lebih penting dari itu. Itu agar kita lebih banyak mengurangi penggunaan BBM, artinya bisa mengurangi subsidi," jelas Agus.

Di sisi lain, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan dukungannya terhadap rencana pemberian insentif bagi ekosistem kendaraan listrik. Purbaya mengakui adanya tren kenaikan minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan tersebut.

"Kita usahakan ke sana (motor dan mobil listrik," sebut Purbaya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (4/5/2026).

Kementerian Keuangan berkomitmen untuk mengevaluasi bentuk insentif yang paling efektif dalam waktu dekat. Komunikasi intensif antarlembaga terus dilakukan guna mematangkan skema kebijakan yang akan diambil pemerintah.

"Mungkin kita akan memikirkan lagi nanti gimana ngasih insentif untuk mobil listrik dalam waktu dekat. Saya akan ketemu lagi dengan Menteri Perindustrian. Sudah telponan. Nanti mau lihat lagi, ketemunya besok kali," ujar Purbaya.

Artikel terkait

Rekomendasi