Bahana TCW Targetkan Rilis ETF Emas pada Kuartal III 2026

Bahana TCW Targetkan Rilis ETF Emas pada Kuartal III 2026
Foto: Ilustrasi Bahana TCW Targetkan Rilis ETF Emas pada Kuartal III 2026.

PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW) tengah bersiap meluncurkan produk exchange traded fund (ETF) berbasis komoditas. Produk investasi ETF emas tersebut ditargetkan dapat resmi meluncur pada kuartal III-2026, seperti dilansir dari Investasi.

Plt. Presiden Direktur Bahana TCW, Danica Adhitama, menyatakan bahwa perusahaan berkomitmen penuh untuk menghadirkan instrumen investasi yang kredibel serta inovatif bagi masyarakat. Guna memastikan seluruh aspek selaras dengan koridor regulasi, sinergi intensif dalam merancang produk terus dilakukan bersama AMII, Bursa Efek Indonesia (BEI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Penguatan infrastruktur teknologi dan kesiapan operasional internal juga telah dilakukan oleh Bahana TCW. Langkah krusial ini diambil untuk menjamin seluruh proses transaksi serta pengelolaan aset dapat berjalan dengan aman, transparan, dan efisien saat produk diluncurkan.

Danica melihat adanya antusiasme pasar yang cukup besar terhadap instrumen berbasis komoditas ini. Saat ini, berbagai tahapan persiapan mendasar sedang difinalisasi oleh Bahana TCW bersama para mitra strategis.

ÔÇ£Kami mengestimasi produk ETF emas ini dapat resmi diluncurkan dan mulai diperdagangkan pada kuartal III tahun 2026,ÔÇØ ujar Danica kepada Kontan, Jumat (22/5/2026).

Danica menambahkan, produk ETF emas yang akan diterbitkan oleh Bahana TCW ini nantinya bakal dipasarkan dalam denominasi rupiah. Hal tersebut bertujuan untuk memberikan kemudahan akses, fleksibilitas, serta kenyamanan optimal bagi investor domestik, baik ritel maupun institusi.

Sebelumnya, pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) juga telah menargetkan bahwa produk ETF emas akan segera meluncur dalam waktu dekat. Kepala Divisi Pengembangan Bisnis 2 BEI, Ignatius Denny Wicaksono, mengungkapkan sudah ada sembilan manajer investasi (MI) yang bersiap untuk penerbitan ETF emas.

Dari total sembilan manajer investasi tersebut, dua MI telah menyampaikan dokumen permohonan pencatatan. Sementara itu, tujuh manajer investasi lainnya hingga kini masih berada dalam proses legal review untuk prospektus mereka.

ÔÇ£Semoga produk ini akan segera muncul dalam satu dua bulan ke depan ya. Mungkin paling cepat di akhir Juni atau sekitar bulan Juli,ÔÇØ ucap Denny dalam konferensi pers, Rabu (20/5/2026).

Denny menjelaskan bahwa ekosistem ETF emas ini melibatkan kerja sama dari berbagai pihak, mulai dari manajer investasi, bank kustodian, hingga dealer partisipan yang bertugas menyediakan kuotasi jual beli di market. Sistem ini juga terintegrasi langsung dengan ekosistem bullion sebagai penyedia dan penyimpan emas, yaitu PT Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia (BSI).

Manajer investasi bersama bank kustodian memiliki kewajiban untuk memverifikasi fisik emas dan melakukan audit secara berkala. Selain itu, Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) akan memastikan validitas serta transparansi cadangan emas agar sesuai dengan unit ETF yang beredar di pasar.

ÔÇ£Infrastrukturnya kita bangun bersama, yakni infrastruktur di pasar modal KSEI dan infrastruktur yang ada di bullion. Sehingga aspek pengawasan dan monitoring produknya end to end dilakukan baik dari sisi underlying sampai dengan produk investasi ETF nya di pasar modal,ÔÇØ jelas Denny.

Artikel terkait

Rekomendasi