PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) membidik pertumbuhan kinerja dobel digit pada tahun 2026 melalui optimalisasi segmen penjualan retail mobil bekas Caroline.id. Target tersebut didukung oleh capaian positif pendapatan anak usaha yang menjadi motor utama bisnis perseroan.
Pertumbuhan sektor penjualan mobil bekas yang signifikan menjadi fondasi kuat bagi optimisme emiten tersebut, sebagaimana dilansir dari Media Indonesia. Pihak manajemen menilai kontribusi dari unit bisnis retail ini memberikan dampak besar terhadap struktur pendapatan total korporasi secara keseluruhan.
"Pendapatan Caroline.id pada kuartal pertama tahun ini tumbuh 51% YoY. Mengingat kontribusi Caroline.id yang sangat besar terhadap total pendapatan Perseroan, kinerja segmen penjualan mobil bekas yang sangat mengesankan ini memberi landasan yang sangat kuat bagi optimisme kami dalam melihat prospek kinerja tahun ini," kata Presiden Direktur PT Autopedia Sukses Lestari, Jany Candra.
Guna mencapai target yang dicanangkan, emiten berkode saham ASLC ini telah menyiapkan dana belanja modal atau Capex berkisar antara Rp15 miliar hingga Rp20 miliar. Dana tersebut dialokasikan untuk membiayai rencana ekspansi jaringan penjualan fisik korporasi di wilayah strategis.
"Untuk penentuan lokasi dan pelaksanaan ekspansi ini, kami masih mempertimbangkan berbagai hal, termasuk di dalamnya kondisi ekonomi dan perkembangan geopolitik," imbuh Jany Candra.
Realisasi ekspansi tersebut akan diwujudkan dengan mendirikan dua hingga tiga kantor cabang baru Caroline.id di area Jakarta atau Jawa Barat. Langkah taktis ini diambil demi memperluas jangkauan pasar retail kendaraan roda empat bekas di tanah air.
Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang diselenggarakan pada hari Selasa, 19 Mei 2026 di Jakarta, para pemegang saham menyetujui pembagian dividen senilai Rp1 per saham dengan total mencapai Rp12,7 miliar. Keputusan ini diambil berdasarkan performa keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 dan capaian kuartal pertama tahun 2026.
Agenda RUPST tersebut juga menyepakati rencana pembelian kembali saham atau aksi buyback dengan kuota maksimal sebesar 10 persen dari total modal ditempatkan. Kebijakan buyback ini diterapkan manajemen korporasi untuk memicu peningkatan likuiditas saham ASLC di bursa.
Berdasarkan laporan keuangan triwulan pertama tahun 2026, perseroan berhasil membukukan total pendapatan Rp283,6 milar atau melonjak 27,5 persen YoY, dengan perolehan laba bersih sebesar Rp7,4 miliar. Unit bisnis Caroline.id mendominasi struktur tersebut dengan menyumbang 72,8 persen pendapatan pada 2025 dan meningkat hingga 82,7 persen pada kuartal pertama tahun 2026.