Asuransi Digital Bersama Gelar Rights Issue Rp 67 Miliar

Asuransi Digital Bersama Gelar Rights Issue Rp 67 Miliar
Foto: Ilustrasi Asuransi Digital Bersama Gelar Rights Issue Rp 67 Miliar.

PT Asuransi Digital Bersama Tbk (YOII) tengah bergerak cepat memperkuat struktur permodalan perusahaan melalui aksi korporasi di pasar modal.

Emiten asuransi berbasis digital ini mengumumkan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu atau rights issue senilai Rp 67 miliar.

Langkah strategis tersebut, seperti dilansir dari Investortrust, diambil guna mematuhi ketentuan regulasi ekuitas terbaru yang ditetapkan oleh otoritas terkait.

Melalui penyuntikan modal ini, perusahaan memproyeksikan total ekuitasnya akan meningkat dari Rp 211 miliar menjadi Rp 270 billion.

Target tersebut sengaja dikejar untuk melampaui batas minimal ekuitas Rp 250 miliar yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada akhir tahun 2026.

Dalam acara public expose di Jakarta pada Rabu, 15 April 2026, jajaran manajemen mengonfirmasi bahwa proses registrasi di OJK kini sedang berjalan.

Meskipun situasi makroekonomi masih penuh tantangan, korporasi mengklaim mayoritas saham baru yang diterbitkan sudah memiliki pembeli siaga dari kalangan institusi.

Kondisi ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor institusional terhadap prospek pertumbuhan jangka panjang perusahaan asuransi digital tersebut.

Peningkatan modal ini dilakukan di tengah performa keuangan yang impresif sepanjang tahun buku 2025 dengan lonjakan laba bersih yang signifikan.

Perusahaan mencatatkan pertumbuhan laba bersih hampir 19% menjadi Rp 20,14 miliar, ditopang tingginya permintaan produk proteksi digital.

Pendapatan dari lini bisnis asuransi utama bahkan melonjak tajam hingga 122% menjadi Rp 730,7 miliar pada periode yang sama.

Produk asuransi kecelakaan diri dan asuransi perjalanan yang menyasar para digital nomad serta konsumen melek teknologi menjadi motor utama pertumbuhan ini.

"Our efforts to present innovative insurance products certainly require a strong capital structure," kata CEO Adi Wibowo Adisaputro dalam paparan publik tersebut.

Adi Wibowo Adisaputro menambahkan bahwa keputusan menahan seluruh laba bersih 2025 untuk cadangan modal merupakan kebutuhan strategis demi ekspansi jangka panjang.

Oleh karena itu, manajemen sepakat untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2025 kepada para pemegang saham.

Di sisi lain, Direktur Keuangan Randy Tandra mengakui tantangan utama rights issue ini adalah daya serap pasar di tengah volatilitas ekonomi.

Namun, fundamental emiten berkode saham YOII ini dinilai tetap kokoh berkat pertumbuhan aset sebesar 38% secara tahunan menjadi Rp 347,25 miliar.

Randy Tandra menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi ini sudah berjalan dan bukan lagi sekadar rencana di atas kertas.

Manajemen juga melaporkan dana hasil penawaran umum perdana saham atau IPO sebesar Rp 41,2 billion kini telah terserap sepenuhnya.

Dana IPO tersebut dialokasikan secara agresif untuk kebutuhan pemasaran dan ekspansi operasional demi merebut pangsa pasar asuransi digital.

Kini perusahaan mulai berfokus pada penguatan tata kelola perusahaan yang baik atau Good Corporate Governance sekaligus menjaga tren positif produk asuransi gaya hidup.

Artikel terkait

Rekomendasi